7 Tentara AL AS Tewas dalam Bentrokan Maut di Kapal Induk USS Abraham Lincoln - inews
TEHERAN, iNews.id - Tujuh tentara Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam bentrokan maut di kapal induk USS Abraham Lincoln. Beberapa personel lainnya juga terluka dalam perkelahian tersebut.
Dilansir kantor berita Tasnim, milik pemerintah Iran yang mengutip sumber militer, Rabu (12/8/2026), kronologi bentrokan berawal dari saat seorang penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper menemui awak kapal. Kedatangannya untuk membahas berbagai keluhan terkait panjangnya masa penugasan di kapal USS Abraham Lincoln.

Baca Juga
Bertemu Prabowo, Pemerintah AS Optimistis Kerja Sama Strategis dengan RI Makin Kuat
Pertemuan itu berlangsung setelah keluarga para tentara AS memprotes terkait lamanya penugasan di kapal. Saat memberikan pengarahan kepada para personel, Brad Cooper disoraki dan dilempar botol air.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi perkelahian antarpersonel. Menurut sumber yang dikutip Tasnim, bentrokan yang menggunakan pisau dan senjata tajam lainnya itu menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya terluka. Pascainsiden tersebut, situasi di kapal induk AS juga belum kondusif.

Baca Juga
AS Sukses Uji Coba Tahap Pertama Rudal Pertahanan Luar Angkasa Golden Dome
Namun, laporan tujuh tentara AS yang tewas dalam bentrokan tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak AL AS maupun CENTCOM.
Kapal USS Abraham Lincoln saat ini beroperasi di Samudra Hindia. Kapal induk tersebut telah menjalani penugasan selama 263 hari dan menghabiskan 208 hari berturut-turut di laut. Kapal pernah singgah dalam waktu singkat di Oman, pada Juli lalu.

Baca Juga
Senator AS: Amerika Kalah Perang, Iran Justru Semakin Kuat!
Masa operasi disebut terlama bagi kapal induk AS di era modern. Kondisi awak kapal sebelumnya juga menjadi perhatian keluarga mereka yang mengeluhkan panjangnya masa penugasan dan belum adanya kepastian waktu kepulangan.
Sekitar 200 anggota keluarga awak USS Abraham Lincoln sebelumnya telah bertemu dengan pejabat AL AS di San Diego. Mereka menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi awak kapal, termasuk kesehatan mental, persediaan makanan, serta berbagai persoalan selama penugasan yang berkepanjangan.

Baca Juga
Trump Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz 100%
Editor: Maria Christina