Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Bantuan Gempa Belum Merata, Posko Nagekeo Prioritaskan Kelompok Rentan - Kompas

    5 min read

     

    KUPANG, KOMPAS.com – Posko Darurat Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakui penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 belum merata di sejumlah titik pengungsian.

    Pemerintah desa dan kelurahan diminta mempercepat pendataan agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran.

    Penanggung Jawab Posko Darurat Nagekeo, Johanes D. Kristianus, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pada hari keempat masa tanggap darurat.

    Baca juga: Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa NTT: Tanah di Rumahnya Retak, Air Panas Menyembur

    Menurut Johanes, salah satu kendala utama distribusi bantuan adalah banyaknya titik pengungsian yang tersebar.

    China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan

    Selain itu, sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri di rumah keluarga atau kerabat sehingga tidak seluruhnya terdata di lokasi pengungsian terpusat.

    "Informasi mengenai belum meratanya bantuan di beberapa titik pengungsian adalah hal yang kami perhatikan secara serius," kata Johanes kepada Kompas.com, Selasa (18/8/2026).

    Untuk mempercepat pendataan dan distribusi bantuan, Posko Darurat meminta seluruh pemerintah desa dan kelurahan berperan aktif sebagai komando wilayah.

    Pengurusan bantuan dilakukan secara terintegrasi melalui Posko Utama. Pemerintah desa dan kelurahan diminta mendata kebutuhan warga terlebih dahulu sebelum mengambil alokasi bantuan.

    "Sejak kemarin, perwakilan pimpinan wilayah atau desa telah mulai berkoordinasi dan menjemput alokasi bantuan," ujarnya.

    Baca juga: Dampak Gempa M 7,7 di NTT, Kantor Kemenag Nagekeo Ambruk, 87 Rumah Ibadah Rusak

    Johanes mengatakan, pihaknya menargetkan sedikitnya 70 persen pemerintah desa dan kelurahan di Nagekeo dapat menyelesaikan proses penjemputan bantuan sekaligus verifikasi kebutuhan logistik warga pada Selasa (18/8/2026).

    Sejumlah logistik masih terbatas

    Di sisi lain, Posko Darurat Nagekeo masih menghadapi keterbatasan sejumlah kebutuhan pokok dan perlengkapan pengungsian.

    Beberapa kebutuhan yang masih terbatas antara lain beras, telur, air mineral, dan tenda untuk tempat tinggal sementara pengungsi.

    Dalam kondisi tersebut, posko menerapkan skala prioritas dalam penyaluran bantuan yang tersedia. Logistik diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia, balita, ibu hamil, dan warga yang sakit.

    Bantuan juga diarahkan ke titik pengungsian dengan jumlah warga terbanyak.

    "Logistik yang tersedia diprioritaskan untuk kelompok rentan serta titik-titik kumpul dengan kepadatan tertinggi," kata Johanes.

    Baca juga: Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7,7 Flores: Tanah Retak dan Menyemburkan Air Panas

    Posko juga menetapkan batas waktu pelayanan untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan warga.

    Setelah laporan atau kedatangan kepala desa di Posko Utama, proses verifikasi dan koordinasi ditargetkan selesai maksimal tiga jam.

    Sementara untuk kebutuhan di titik yang dinilai kritis, bantuan darurat ditargetkan disalurkan paling lambat 1 x 24 jam setelah data kebutuhan diverifikasi pemerintah wilayah setempat.

    Pemerintah desa diminta aktif

    Johanes mengimbau pemerintah desa dan kelurahan yang belum berkoordinasi dengan Posko Utama segera melakukan pendataan terpadu terhadap warga terdampak gempa.

    Data tersebut akan menjadi dasar pengajuan dan penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat.

    "Seluruh Pemerintah Desa/Kelurahan yang belum merapat ke Posko Utama untuk segera melakukan pendataan terpadu dan mengurus alokasi logistik bagi warganya," ujarnya.

    Selain pemerintah daerah, Posko Darurat Nagekeo juga membuka ruang bagi lembaga donatur dan relawan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.

    Bantuan yang dinilai mendesak saat ini terutama berupa bahan kebutuhan pokok dan tenda pengungsian.

    Baca juga: Stok Makanan Menipis, Korban Gempa di Nagekeo NTT Bertahan dengan Pisang dan Ubi

    Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Sikap Prabowo soal Gempa NTT: Utus Tiga Menteri Turun Gunung, Langsung Bangun Posko

    Komentar
    Additional JS