Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita DPD Featured Keracunan Makan Bergizi Gratis Spesial

    Banyak Siswa Keracunan, Anggota DPD: Anggaran MBG Perlu Ditambah dari Rp10 Ribu Jadi Rp20 Ribu - Herald

    2 min read

     

    Ilustrasi MBG

    HERALD.ID—Anggota DPD RI Abdul Kholik mengungkapkan, masih banyak aspek yang perlu ditinjau dan dievaluasi dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Kholik menegaskan itu merespons kasus dugaan keracunan di SMKN 6 Semerang belum lama ini dengan jumlah korban lebih dari 700 orang.

    Senator dari dapil Jawa Tengah (Jateng), mengungkapkan, dia sudah berulang kali menyampaikan tentang perlunya peninjauan ulang pelaksanaan MBG.

    “Saya berkali-kali mengatakan program ini baik tapi caranya tidak benar. Caranya adalah, ini program charity, (tapi) pendekatannya dengan cara korporasi. Karena korporasi, semua orang ingin mencari untung,” ujar Kholik di Semarang, Rabu (5/8/2026) dikutip dari Republika.co.id.

    Bagi dia, salah satu yang perlu dievaluasi anggaran yang dijatah untuk setiap porsi MBG. Anggaran untuk bahan makanan seporsi MBG saat ini adalah antara Rp8-Rp10 ribu.

    “Menurut saya salah satu faktor kenapa kemudian (terjadi kasus) keracunan itu karena angka yang tadi sangat minim Rp10 ribu itu. Mungkin perlu ditinjau angka itu,” ucapnya.

    Kholik menambahkan, untuk setiap porsi MBG, anggaran khusus untuk bahan makanan mungkin perlu ditambah, misalnya antara Rp15-Rp20 ribu.

    “Tapi pada saat yang sama, dilakukan juga, untuk memastikan yang diberi MBG ini yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

    Ia juga berpendapat bahwa sebaiknya sekolah juga diberikan ruang apakah bersedia menerima MBG atau tidak.

    “Jadi sekarang kan ada kesan, ‘Kami enggak enak kalau menolak’. Meski keracunan pun dia enggak berani untuk mengatakan tidak,” katanya.

    “Jadi diseleksi lagi jumlah yang benar-benar membutuhkan dan sekolah ditanyakan lagi mau atau tidak (menerima MBG),” tambah Kholik.

    Dengan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, program MBG dapat lebih berkualitas.

    “Program baik, kualitasnya harus baik. (Meningkatkan) kualitasnya adalah dengan cara tadi; menunya diperbaiki standarnya dengan harga tadi dan sistemnya atau sasarannya betul-betul diberikan hanya kepada yang sangat membutuhkan,” ucapnya.

    Kholik juga menekankan tentang pentingnya dapur MBG untuk selalu mematuhi standar operasional yang sudah ditetapkan. (ilo)

    Komentar
    Additional JS