Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita BMKG Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    BMKG Catat 2.403 Gempa Susulan di NTT, Warga Flores Masih Mengungsi di Tenda dan Kebun - Kompas

    5 min read

     


    FLORES, KOMPAS.com – Aktivitas kegempaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung secara masif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.403 kali gempa bumi susulan mengguncang wilayah tersebut hingga Selasa (18/8/2026) pukul 17.00 WIB.

    Dari total ribuan gempa susulan pasca-gempa utama tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai M 6,2, sedangkan magnitudo terkecil berada di angka M 1,3.

    Sebanyak 72 gempa bumi susulan di antaranya dilaporkan bergetar cukup kuat dan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

    Tingginya frekuensi gempa susulan ini memaksa sebagian besar warga di beberapa kabupaten di Pulau Flores memilih bertahan di lokasi pengungsian dan enggan kembali ke rumah.

    Gempa NTT Hancurkan Masjid dan Gereja, Tangis Warga Pecah di Manggarai Timur

    Di saat yang sama, proses penanganan pascabencana di lapangan masih dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari krisis kebutuhan dasar, minimnya tempat tinggal sementara, hingga terputusnya akses menuju wilayah terdampak akibat material longsor.

    Baca juga: Lompat dari Lantai 3 Saat Gempa M 7,7 Guncang NTT, Frater Muda di Sikka Meninggal di RS

    Warga Mengungsi di Tenda, Halaman Sekolah, hingga Kebun

    Di Kabupaten Manggarai Timur, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dinilai aman dari risiko bangungan roboh. Di Kampung Nasaret, warga dilaporkan telah bertahan selama empat hari di tenda darurat.

    Mereka sangat membutuhkan pasokan logistik darurat untuk bertahan hidup. Kebutuhan mendesak yang paling disuarakan masyarakat saat ini meliputi bantuan bahan makanan pokok dan obat-obatan.

    Kondisi serupa dialami oleh masyarakat di wilayah Balus Permai dan Ngampang Mas, Manggarai Timur. Ratusan korban terdampak gempa di dua desa tersebut hingga kini dilaporkan belum menerima penyaluran bantuan sosial maupun logistik.

    Sementara itu, sekitar 200 warga Desa Nampar Sepang, Manggarai Timur, memilih bertahan dan mendirikan tempat berlindung sementara di kawasan perkebunan karena trauma serta khawatir akan potensi gempa susulan.

    Tantangan serupa juga ditemui di Kabupaten Nagekeo. Sebanyak 36 kepala keluarga (KK) di Dusun Nuasele terpaksa tidur di tenda darurat seadanya yang didirikan di halaman sekolah.

    Baca juga: Trauma Healing bagi Anak-anak Pengungsi Gempa di Sikka NTT

    Jalur Logistik Terganggu Longsor di Mauponggo

    Tingginya aktivitas seismik turut memicu dampak berantai berupa tanah longsor yang mengisolasi pemukiman warga. Di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, seorang warga yang hendak membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari justru terjebak material longsor.

    Peristiwa ini menunjukkan bahwa krisis pasca-gempa NTT tidak hanya berkaitan dengan kerusakan infrastruktur, melainkan juga hambatan distribusi bahan pangan ke titik-titik bencana.

    Proses evakuasi dan pendorongan logistik sangat bergantung pada kecepatan tim gabungan penanganan bencana dalam membersihkan dan membuka akses jalan yang tertutup longsoran tanah.

    Baca juga: Sekolah Terdampak Gempa, Pemkab Ende Terapkan PJJ 10 Hari

    Evaluasi dan Respons Cepat Penanganan Bencana

    Data 2.403 gempa susulan NTT yang dirilis BMKG mempertegas bahwa ancaman keselamatan warga masih relatif tinggi. Pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan diimbau untuk mempercepat penanganan darurat secara terpadu di beberapa kawasan terisolasi.

    Fokus penanganan pascabencana saat ini mencakup empat sektor utama:

    1. Pemenuhan kebutuhan dasar logistik (makanan, air bersih, dan obat-obatan).
    2. Penyediaan fasilitas tempat pengungsian layak dan aman.
    3. Percepatan distribusi bantuan darurat ke daerah pelosok.
    4. Pembukaan dan pemulihan akses jalan yang terputus akibat longsor.

    Selama potensi gempa susulan masih terus membayangi, langkah sebagian besar warga Flores untuk tetap bertahan di lokasi pengungsian outdoor menjadi upaya penyelematan mandiri guna meminimalisasi timbulnya korban jiwa tambahan.

    Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gempa Susulan NTT Tembus 2.403 Kali, Warga Belum Berani Pulang hingga Terjebak Longsor

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    NTT Diguncang 1.979 Gempa Susulan, BMKG: Masih Fluktuatif

    Komentar
    Additional JS