Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BNPB Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Mencapai 53 Orang dan 2.403 Rumah Rusak - KONTAN

    4 min read

     

    ​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendataan korban dan kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan. Hingga Minggu (16/8), lebih dari 50 orang meninggal dunia dan ribuan rumah mengalami kerusakan.

    Berdasarkan data sementara BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang.

    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten.

    Baca Juga: Pemerintah Jaga Defisit RAPBN 2027 di Bawah 3%, Andalkan Penerimaan Pajak

    "Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang," kata Berton dalam keterangan resminya.

    Selain korban meninggal dunia, petugas gabungan telah mengevakuasi dan memberikan perawatan medis kepada 137 korban luka.

    Para korban saat ini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.

    Ribuan Rumah Rusak

    Gempa juga menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah dan sejumlah fasilitas umum di NTT.

    BNPB mencatat sebanyak 1.543 rumah mengalami rusak berat, 328 rumah rusak sedang, dan 532 rumah rusak ringan.

    Baca Juga: Kuota BBM Subsidi 2027 Dipangkas 58%, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

    Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, dan 76 kantor pemerintahan, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

    Sementara itu, proses pendataan warga yang mengungsi masih berlangsung. Hingga Minggu (16/8), tercatat 5.488 warga mengungsi secara terpusat, sedangkan 171 orang lainnya mengungsi secara mandiri.

    Aktivitas gempa susulan juga masih terjadi. BNPB mencatat terdapat 995 gempa susulan, dengan 46 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

    Pemerintah Percepat Penanganan Darurat

    Merespons bencana tersebut, Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah telah berada di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

    Fokus utama pemerintah saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban. Di saat yang sama, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi terus dilakukan.

    Sejumlah bantuan telah disalurkan melalui jalur darat maupun udara. Paket logistik dari pemerintah pusat yang dikirim melalui Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).

    Baca Juga: Prabowo Pangkas Subsidi BBM Signifikan di 2027, Siapkan Insentif 1 Juta Motor Listrik

    Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 4.925 paket, dengan rincian:

    • Kabupaten Manggarai Barat: 550 paket
    • Kabupaten Manggarai: 1.000 paket
    • Kabupaten Manggarai Timur: 550 paket
    • Kabupaten Ngada: 550 paket
    • Kabupaten Nagekeo: 550 paket
    • Kabupaten Sikka: 1.000 paket
    • Kabupaten Ende: 725 paket

    Baca Juga: Prabowo Ingin PFII Segera Beroperasi di Jakarta, Tangkap Investasi dari Family Office

    Selain distribusi bantuan, BNPB juga telah mengaktifkan Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) yang berpusat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

    Pospenas tersebut bertugas mengoordinasikan penanganan darurat gempa M7,7 di NTT. Sementara itu, posko taktis juga akan diaktifkan di Maumere untuk memperkuat koordinasi penanganan di wilayah terdampak.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    Komentar
    Additional JS