Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Curhat Asna, Pengungsi Gempa Sikka yang Batal Disapa Wapres Gibran: Mau Apa Lagi... - Kompas

    5 min read

     


    MAUMERE, KOMPAS.com – Harapan sederhana Asna Malihin untuk bisa disapa dan bertemu langsung dengan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka berujung rasa kecewa.

    Asna, seorang pengungsi Bencana Gempa Flores di lokasi pengungsian Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa gigit jari saat rombongan Wapres menyambangi posko tempatnya bertahan pada Kamis (20/8/2026) sore.

    Sore itu, suasana tenda pengungsian Gelora Samador mendadak riuh begitu kabar kedatangan Wapres Gibran berembus. Ratusan warga yang mengungsi tampak mengerumuni lokasi sambil mengarahkan kamera ponsel ke arah orang nomor dua di Indonesia tersebut.

    Tiba di lokasi, Wapres Gibran yang mengenakan kemeja hitam dan celana berwarna caramel tampak didampingi oleh Penjabat (Pj) Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.

    Momen Gibran Naik Motor Lewati Jalan Retak Tinjau Kampung Waso NTT

    Wapres langsung menyambangi sejumlah tenda darurat guna melihat kondisi para warga terdampak gempa Sikka secara langsung. Di dalam salah satu tenda, Gibran berinteraksi hangat dengan para ibu dan anak-anak. 

    Ia juga membagikan sejumlah paket makanan ringan berupa susu kotak dan wafer kepada anak-anak pengungsi di sana.

    Baca juga: Gibran: Pemerintah Harus Pastikan Kebutuhan Masyarakat NTT Terpenuhi

    Tetap Duduk Menjaga Cucu

    Di tengah euforia dan kerumunan warga yang berebut mendekati sang Wapres, Asna justru memilih tidak ikut merangsek. Ia memilih bertahan duduk di posisinya sembari mendekap erat cucunya, Hanan, yang baru berusia enam bulan.

    Sikap Asna ini sejatinya bukan tanpa alasan. Sebelumnya, petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) telah mengimbau seluruh pengungsi yang berada di dalam tenda untuk duduk dengan rapi agar Wapres Gibran bisa menyapa mereka satu per satu.

    Asna menuruti instruksi tersebut dengan patuh. Dalam diam, ia menaruh harapan besar agar Gibran mau melangkahkan kaki ke arahnya dan menyapa cucu kecilnya. Namun, antusiasme warga yang kian membludak membuat alur kunjungan Wapres bergeser.

    Gibran lebih banyak terserap dalam kerumunan warga dan anak-anak lainnya. Usai membagikan bantuan makanan ringan, rombongan Wapres Gibran pun bergerak meninggalkan area tenda untuk meninjau titik pengungsian lainnya.

    Asna hanya bisa terpaku memandang langkah kepergian Gibran dari kejauhan. Hanan yang masih berumur enam bulan pun tak sempat mendapatkan makanan ringan maupun bingkisan dari Wapres.

    Baca juga: Gibran Shalat Jumat Bareng Warga Terdampak Gempa di Manggarai, NTT

    Pasrah walau Sedih

    Rasa sedih dan kecewa tak menampik menghinggapi benak wanita lansia tersebut. Kendati begitu, ia berusaha mengurut dada dan memaklumi kondisi di lapangan.

    "Kecewa dan sedih tapi mau apa, mungkin bukan rezekinya kita," kata Asna pasrah sambil berusaha menenangkan Hanan yang mulai menangis di pangkuannya.

    Asna sendiri merupakan warga Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Ia bersama anak, menantu, dan tujuh orang cucunya terpaksa angkat kaki dari rumah dan mengungsi sejak hari pertama gempa mengguncang pada Sabtu (15/8/2026).

    Bagi Asna yang kini berstatus janda usai suaminya meninggal dunia, hidup dalam gulita pengungsian akibat gempa bumi Flores bukanlah hal baru.

    Rekam ingatan Asna melayang ke peristiwa kelam 34 tahun silam. Saat tragedi Gempa Flores dahsyat menghantam pada 12 Desember 1992, ia juga terpaksa mengungsi di area sekitar Gereja Wolomarang.

    Kini, lebih dari tiga dekade berlalu, nasib kembali membawa Asna menghuni tenda darurat. Meskipun harapannya untuk bertatap muka dan disapa langsung oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka harus pupus,

    Baca juga: Senyum Joni di Posko Pengungsian Setelah Dapat Kacamata dari Wapres Gibran

    Asna memilih berbesar hati. Baginya saat ini, keselamatan serta kesehatan sang cucu, Hanan, beserta seluruh anggota keluarganya selama di pengungsian adalah hal yang jauh lebih berharga.

    Artikel ini telah tayang di Tribunflores.com dengan judul Menanti Disapa Wapres, Asna dan Sang Cucu Hanya Bisa Lihat Gibran Bagikan Kue di Tenda Pengungsian

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Tinjau Lokasi Gempa, Gibran Janji Bantu Kuliah Anak Korban Gempa yang Kuliah di Luar Pulau

    Komentar
    Additional JS