Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Dampak Gempa Nagekeo: Akses Air Bersih Terputus, Warga Desa Ululoga Beli Air Rp 100.000 per Tangki - Kompas

    5 min read

     


    NAGEKEO, KOMPAS.com – Warga Desa Ululoga, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air bersih. Langkah ini diambil usai jaringan pipa pasokan air ke pemukiman warga rusak parah akibat tanah longsor yang dipicu guncangan gempa bumi Nagekeo.

    Meskipun dalam situasi prihatin, warga korban gempa Nagekeo di Desa Ululoga tidak tinggal diam. Secara swadaya, masyarakat bahu-membahu berjalan kaki menelusuri medan perbukitan untuk memperbaiki jaringan pipa yang terputus.

    Kepala Desa Ululoga membeberkan perjuangan warganya yang harus menembus titik kerusakan di lokasi yang terbilang ekstrem demi mengembalikan aliran air bersih.

    "Puji Tuhan, kemarin titik yang rusak di medan yang sulit sudah bisa diatasi dan diperbaiki. Hari ini akan disisir kembali," ujar Kepala Desa Ululoga saat dihubungi Kompas.com via telepon, Jumat (21/9/2026).

    Gempa NTT Hancurkan Masjid dan Gereja, Tangis Warga Pecah di Manggarai Timur

    Kerja bakti pemulihan pipa air ini telah berlangsung sejak Kamis (20/8/2026). Pada hari pertama perbaikan, warga setempat berhasil menyambung pipa sepanjang 200 meter. Penelusuran dilanjutkan pada Jumat untuk memastikan tidak ada lagi titik kebocoran atau pipa pecah di jalur tersebut.

    Baca juga: Dampak Gempa Nagekeo, Warga Ululoga Swadaya Perbaiki Pipa Air di Tengah Medan Jurang dan Gempa Susulan

    Akses jaringan pipa ini memiliki peranan vital. Sebab, sumber air tersebut selama ini tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Ululoga, tetapi juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga di desa-desa tetangga sekitarnya.

    Ancaman Gempa Susulan dan Medan Jurang

    Proses pemulihan infrastruktur air bersih di lapangan tidak berjalan mudah. Ancaman gempa susulan serta kondisi geografis yang berada di dekat jurang menjadi kendala dan bahaya terbesar bagi para warga.

    Demi menjaga keselamatan, warga membagi tugas selama kegiatan gotong royong berlangsung. Sebagian warga berfokus melakukan perbaikan fisik pipa, sementara sebagian lainnya bersiaga mengawasi situasi sekitar untuk mengantisipasi potensi longsor atau guncangan susulan.

    "Kendalanya saat melakukan perbaikan adalah gempa susulan, sehingga kami harus waspada. Ada yang sebagian warga kerja, sebagian mengawasi jika ada gempa susulan karena memang medannya yang sangat berat lewat jurang," ungkap Kades Ululoga.

    Baca juga: Cerita Warga Nagekeo NTT 5 Hari Mengungsi: Ingin Pulang, tapi Rumah Rusak dan Takut Gempa Susulan

    Beli Air Bersih Rp 100.000 dan Pakai Air Sungai

    Warga Desa Ululoga, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergotong royong secara swadaya memperbaiki jaringan pipa air bersih yang rusak parah akibat tanah longsor pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut.

    Lihat Foto

    Selama mata air utama terputus pasca-gempa, korban gempa beli air bersih secara mandiri untuk bertahan hidup. Warga patungan membeli air bersih berkapasitas 1.300 liter dengan harga Rp 100.000.

    Selain membeli air tangki, sebagian warga memanfaatkan pasokan sisa yang tersimpan di dalam bak-bak penampungan milik rumah warga yang masih utuh. Air dari bak penampungan dan air beli tersebut diprioritaskan khusus untuk kebutuhan konsumsi minum dan memasak.

    Sementara untuk kebutuhan sanitasi harian seperti mandi dan mencuci pakaian, sebagian warga terpaksa memanfaatkan aliran sungai kecil yang berada tidak jauh dari pemukiman desa.

    Mengungsi di Tenda Seadanya dan Stok Pangan Menipis

    Dampak gempa Nagekeo juga menyebabkan banyak bangunan rumah warga di Desa Ululoga mengalami kerusakan fisik mulai dari retak-retak hingga struktur bangunan yang mengkhawatirkan.

    Khawatir akan runtuhnya bangunan akibat guncangan susulan, warga memilih mendirikan tenda darurat seadanya di halaman depan rumah masing-masing. Meski belum ada lokasi penampungan atau titik pengungsian resmi dari pihak berwenang, warga telah menerima bantuan awal sebanyak 60 paket bantuan dari Presiden yang disalurkan bagi warga terdampak.

    Kades Ululoga mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia di desanya akibat bencana ini. Kendati demikian, trauma mendalam masih dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.

    Baca juga: BNPB Minta Pemda Nagekeo Percepat Data Kerusakan Rumah, Harus Rampung Sebelum Sebulan

    Di tengah kondisi pasokan bahan makanan yang kian menipis, warga berupaya menghemat persediaan pangan yang masih tersisa. Pihak Desa Ululoga menyatakan siap bertahan dan mengusulkan agar prioritas bantuan logistik lanjutan dialihkan ke wilayah lain yang mengalami dampak lebih parah.

    "Kami masih bisa bertahan, dan jika ada bantuan lebih, mungkin bisa diarahkan ke korban lain yang kondisinya lebih parah seperti di Mbay. Prioritas di sana," pungkas Kades Ululoga.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    Komentar
    Additional JS