DPR Minta Nakes Bijak Gunakan Media Sosial usai Viral Dugaan Hina Pasien BPJS - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi IX DPR RI Asep Rommy Romaya mengingatkan tenaga kesehatan agar bijak bermedia sosial dan menjaga empati setelah viral komentar sinis oknum nakes terhadap pasien BPJS, Yurizal
- Ia menegaskan media sosial mencerminkan integritas profesi dan pelayanan kesehatan harus bebas diskriminasi
- Asep juga meminta pembinaan hingga sanksi bagi nakes yang terbukti melanggar etika profesi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Asep Rommy Romaya, meminta para tenaga kesehatan (nakes) untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan menjaga tutur kata di ruang digital.
Hal ini disampaikan Asep menyusul viralnya komentar nirempati dari sejumlah oknum nakes terhadap keluh kesah seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal terkait lambannya pelayanan rumah sakit.
"Kami mengingatkan meskipun di media sosial para nakes tetap abdi negara yang mempunyai tanggungjawab moral tinggi. Mereka harus berhati-hati saat memberikan komentar atau tanggapan atas isu atau peristiwa karena dampaknya bisa panjang," kata Asep kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Asep menegaskan, profesi tenaga kesehatan bukanlah sekadar pekerjaan biasa, melainkan sebuah panggilan kemanusiaan.
Oleh karena itu, setiap dokter, perawat, dan nakes lainnya wajib menjaga integritas, baik saat praktik maupun di dunia maya.
"Media sosial bukan ruang bebas tanpa batas. Apa yang disampaikan tenaga kesehatan akan dinilai masyarakat dan mencerminkan integritas profesinya," tegas Asep.
Baca juga: Kasus Yurizal Disorot, Konsul Kesejatan Indonesia Pastikan Akan Nakes Pelanggar Etik Kena Sanksi
Ia meminta para nakes untuk menghindari komentar yang merendahkan atau menyakiti perasaan pasien beserta keluarganya.
Asep juga mengingatkan kembali tentang sumpah dan janji profesi nakes. Sumpah tersebut menempatkan keselamatan pasien dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai prinsip utama yang tidak boleh dilupakan ketika selesai jam kerja.
"Jangan sampai hilang rasa empati. Masyarakat menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada tenaga kesehatan. Kepercayaan itu harus dijaga dengan sikap yang mencerminkan kepedulian, penghormatan terhadap martabat pasien, dan profesionalisme. Sumpah atau janji profesi bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen moral yang harus dipegang teguh sepanjang hayat," ujarnya.
Lebih lanjut, Asep menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan yang adil tanpa diskriminasi. Perbedaan status kepesertaan, seperti menggunakan BPJS, kelas perawatan, maupun status ekonomi pasien tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan atau cara nakes memperlakukan pasien.
Terkait insiden nirempati di media sosial tersebut, Asep mendesak adanya langkah tegas. Ia menilai nakes yang terbukti melanggar etika profesi di ruang digital perlu diberikan pembinaan hingga sanksi.
"Penegakan etika penting dilakukan bukan semata-mata untuk menghukum, tetapi agar kejadian serupa tidak terulang. Marwah profesi tenaga kesehatan harus dijaga karena profesi ini dibangun di atas kepercayaan, empati, dan pengabdian kepada sesama manusia," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di platform media sosial Threads pada 22 Juli 2026 lalu.
Sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Yurizal saat itu tengah berobat ke sebuah rumah sakit. Ia kemudian mencurahkan isi hatinya terkait lambannya proses penanganan medis yang ia terima.
Pasalnya, Yurizal mengaku belum mendapatkan ruangan rawat inap meskipun sudah menunggu selama 8 jam.
"8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal dalam unggahannya.
Nahasnya, keluh kesah Yurizal tersebut justru ditanggapi sinis oleh sejumlah warganet di Threads.
Mirisnya, dari rentetan komentar tersebut, tak sedikit akun yang diduga kuat milik oknum tenaga kesehatan turut melemparkan nyinyiran kepada Yurizal.
Setelah beberapa waktu berlalu semenjak unggahan tersebut memicu perdebatan, kabar mengejutkan sekaligus duka justru datang dari pihak Yurizal.
Seorang anggota keluarganya mengabarkan bahwasanya Yurizal telah meninggal dunia akibat penyakitnya.
Belakangan, para nakes tersebut pun ramai-ramai menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial.