Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Prabowo Subianto Spesial

    Gempa di NTT, Prabowo Perintahkan Semua Jajaran Bergerak Cepat - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menugaskan beberapa pejabat pusat untuk langsung ke Labuan Bajo dan Maumere, NTT, usai gempa mengguncang daerah tersebut, Sabtu (15/8/2026).

    Mereka yang ditugaskan yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kepala Basarnas.

    Selanjutnya, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial, serta tim dari PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog.

    “Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya, Sabtu.

    Siapkan Ambulans Terbang di Pelosok, Prabowo: Negara Harus Hadir!

    Baca juga: Prabowo Akan Kirim 50.000 Paket Sembako untuk Korban Gempa Bumi NTT

    Teddy mengatakan, Presiden juga telah memberangkatkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini.

    Hal Ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk bergerak cepat menangani dampak gempa yang terjadi.

    “Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” ujar dia.  

    Baca juga: Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal Kebakaran Hutan Imbas El Nino

    Adapun dalam konferensi pers di Jakarta hari ini, Kepala BNPB Suharyanto menyatakan Banpres yang dikirim Prabowo segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

    “Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” kata dia.

    Selain sembako, pemerintah bakal memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar warga terdampak gempa.

    Baca juga: 182 Sekolah Rakyat Berhasil Dibangun, Presiden Prabowo: Tak Ada Investasi Lebih Berharga dari Masa Depan Anak

    Bantuan yang disiapkan meliputi makanan, minuman, air bersih, tenda/tempat berlindung, genset, serta kebutuhan darurat lainnya.

    Pemerintah, kata dia, juga terus mengoptimalkan persediaan logistik yang tersedia di wilayah sekitar lokasi bencana.

    Suharyanto menuturkan, Kementerian Sosial (Kemensos) dalam satu hingga dua hari ke depan akan menggeser persediaan dari kabupaten-kabupaten tetangga yang terdampak lebih ringan atau tidak terdampak gempa.

    Baca juga: Kepala BNPB Sebut Kebakaran Bromo Tersisa 2 Titik Api

    Salah satu wilayah yang memiliki persediaan logistik adalah Flores Timur.

    Kementerian Sosial dan BNPB masih menyimpan sejumlah kebutuhan dasar di gudang logistik, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk membantu masyarakat terdampak.

    Persediaan tersebut sebelumnya disiapkan sebagai cadangan untuk penanganan masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

    “Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” kata Suharyanto.

    Baca juga: Istana soal Rencana Prabowo Bentuk Pengadilan Ad Hoc Khusus: Semangat Benahi BUMN

    Sebelumnya diberitakan, BMKG melaporkan gempa ini terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB.

    Pusat gempa ada pada koordinat 8.41 Lintang Selatan - 121.39 Bujur Timur.

    Kedalaman pusat gempa adalah 15 km alias gempa dangkal.

    Baca juga: Kemensos dan Komnas HAM Sepakat Percepat Penanganan Ribuan Pengungsi di Papua Tengah

    Lokasi persis pusat gempa ada di laut, 30 km arah timur Mbay Nagekeo, NTT.

    “Hasil permodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami,” tulis BMKG.

    Sementara data per pukul 15.00 WIB mencatat, sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi.

    Baca juga: BNPB: 2 Orang Tewas akibat Gempa M 7,7 di Flores NTT

    Kemudian, 2 jiwa luka berat dan 11 luka ringan.

    Ada pula 2.000 jiwa yang mengungsi secara mandiri.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS