Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyebar ke Sarawak, 591 Sekolah Ditutup - Tribunnews
Kabut asap karhutla Kalimantan menyebar ke Sarawak, Malaysia, hingga 591 sekolah ditutup sementara pada 20–21 Agustus 2026.
Editor: Laksmi Anindita
Editor Video: Lulu Azizah Febrianti
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUNWOW.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat berdampak hingga Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut menyebabkan 591 sekolah di Sarawak ditutup sementara pada 20–21 Agustus 2026 karena kualitas udara memburuk.
Media Malaysia dan Singapura menyoroti kabut asap yang berasal dari kebakaran di wilayah Kalimantan. Asap tersebut dilaporkan bergerak melintasi perbatasan dan memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak.
Malay Mail dalam laporan yang terbit Kamis (20/8/2026) menyebut kabut asap di Sarawak diperkirakan masih berlangsung. Media tersebut juga menyoroti kualitas udara di Pontianak yang memburuk.
Berdasarkan laporan Malay Mail, indeks kualitas udara (AQI) di Pontianak mencapai 191 pada Kamis pagi dan masuk kategori tidak sehat.
Media tersebut juga melaporkan ribuan titik api terdeteksi di Kalimantan Barat hingga 10 Agustus. Kondisi itu menjadi perhatian karena Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan Sarawak.
Asap dari kebakaran di Kalimantan berpotensi terbawa angin melintasi perbatasan menuju Sarawak. Kondisi tersebut dapat memperburuk kualitas udara di wilayah Malaysia.
Sementara itu, Free Malaysia Today menyoroti meningkatnya jumlah titik api di Indonesia. Media tersebut mengaitkan risiko karhutla dengan kondisi cuaca yang lebih kering dan pengaruh El Niño.
Free Malaysia Today juga menyebut kebakaran hutan dan kabut asap merupakan persoalan yang berulang di Asia Tenggara. Dampaknya dapat dirasakan tidak hanya di wilayah yang mengalami kebakaran, tetapi juga di negara-negara sekitar.
Dampak kabut asap juga dirasakan di Sarawak. Free Malaysia Today melaporkan sebanyak 591 sekolah diperintahkan tutup sementara pada 20 dan 21 Agustus 2026.
Penutupan tersebut mencakup 509 sekolah dasar dengan 107.590 murid serta 82 sekolah menengah dengan 89.733 siswa. Sekolah-sekolah itu tersebar di Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong.
Di Serian, indeks polusi udara atau API mencapai 241 pada pukul 08.30 waktu setempat pada Jumat (21/8/2026). Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Sarawak Tribune turut menyoroti aktivitas kebakaran di Kalimantan. Media tersebut menyebut adanya ribuan titik panas di Kalimantan selama periode 1–19 Agustus.
Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) juga melaporkan adanya asap lintas batas dari Kalimantan Barat yang bergerak ke arah utara menuju Sarawak. Pergerakan asap tersebut turut memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak.
Media Singapura, The Straits Times, juga menyoroti kondisi karhutla di Indonesia. Laporan tersebut menyebut hampir 95.000 hektare lahan terdampak kebakaran sepanjang Juli 2026.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan yang dikutip Reuters, total lahan yang terdampak kebakaran di Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 202.004 hektare. Angka tersebut meningkat dari 107.465 hektare pada Januari hingga Juni.
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk pengerahan petugas pemadam dan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah rawan kebakaran.
Kabut asap akibat karhutla Kalimantan kini berdampak lintas batas. Selain memengaruhi kualitas udara, kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat dan pendidikan di Sarawak, Malaysia.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Media Malaysia dan Singapura Ramai Soroti Karhutla Kalimantan, Asap Paksa 591 Sekolah Ditutup.