Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dharmasraya Featured Kabut Asap Karhutla Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Pendidikan Spesial

    Kabut Asap Karhutla Selimuti Dharmasraya, 268 Sekolah Diliburkan - Beritasatu

    2 min read

     

    Pengendara melintas di jalan yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (29/8/2026). (Beritasatu.com/Delfi Neski)

    Pulau Punjung, Beritasatu.com — Sebanyak 268 sekolah jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat terpaksa diliburkan sementara karena kabut asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.

    Kabut asap pekat di Dharmasraya sudah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah. 

    Pantauan Beritasatu.com, Sabtu (29/8/2028), kabut asap menyelimuti jalan lintas provinsi di Dharmasraya yang menjadi jalur utama masyarakat. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara berkurang sehingga aktivitas kendaraan ikut terganggu.

    Kabut asap juga terlihat menyelimuti lingkungan sekolah. Sejumlah area bermain yang biasanya dipenuhi aktivitas anak-anak tampak kosong karena kegiatan belajar tatap muka untuk sementara dihentikan.

    Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, sebanyak 268 satuan pendidikan TK dan PAUD diliburkan sementara sebagai langkah mengurangi risiko terhadap anak-anak di tengah kondisi kabut asap.

    Meski siswa diliburkan, proses pembelajaran tetap diupayakan berjalan. Para guru memberikan materi kepada siswa melalui sistem pembelajaran daring.

    Salah seorang guru TK Tunas Harapan, Dharmasraya, Afifah mengatakan para siswa untuk sementara diliburkan karena kondisi kabut asap mengganggu aktivitas pembelajaran.

    “Kami berharap kabut asap ini segera hilang dan kondisi kembali normal seperti biasa,” kata Afifah.

    Sementara itu, aktivitas pembelajaran pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) masih berlangsung seperti biasa.

    Kabut asap tersebut disebut menjadi kejadian pertama pada tahun ini di wilayah Dharmasraya. Masyarakat berharap kondisi tersebut segera teratasi sehingga aktivitas warga dan kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal.

    Kabut asap diduga dipengaruhi aktivitas pembakaran lahan secara ilegal serta asap kiriman dari wilayah provinsi tetangga, di antaranya Riau dan Sumatera Selatan.

    Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas transportasi, kondisi udara yang dipenuhi asap juga menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

    Masyarakat diimbau berhati-hati saat berkendara di tengah jarak pandang terbatas serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat.

    Komentar
    Additional JS