Kampung Halaman Porak-poranda Diterjang Gempa, 545 Mahasiswa NTT di Jogja Sempat Hilang Kontak dan Tak Dikirim Uang - Kompas
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sesepuh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yogyakarta, Moris Sarumaha, menyebutkan bahwa ada 545 mahasiswa asal NTT yang tengah berkuliah di DIY terdampak bencana gempa bumi di daerah asalnya.
"Dari pendataan sementara ada sebanyak 545 mahasiswa NTT di Yogyakarta tercatat terdampak gempa dan jumlah tersebut masih terus diperbarui," ujar Moris, ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu (19/8/2026).
Ia mengatakan, BPBD DIY menjadi pihak pertama yang menghubungi mereka untuk mendata para mahasiswa terdampak. Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti secara langsung oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY.
Baca juga: Gempa di NTT, Prabowo Perintahkan Semua Jajaran Bergerak Cepat
"Jadi kami sangat berterima kasih bahwa yang paling respons pertama adalah dari DIY," ujar Moris.
Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya
Moris menegaskan, masyarakat NTT yang berada di Yogyakarta akan tetap menjaga kondusivitas daerah tempat mereka tinggal dan menempuh pendidikan.
"Kami tetap menjadi orang-orang Jogja yang berasal dari NTT yang selalu akan menjaga kondusifitas Yogyakarta," katanya.
Baca juga: Korban Gempa Flores Boleh Ambil Kebutuhan di Toko atau Kios, Pemprov NTT Bayar Kemudian
Kisah Mahasiswa Terputus Kontak dan Belum Menerima Kiriman
Perhatian terhadap para mahasiswa dari daerah terdampak bencana ini merupakan bentuk tradisi solidaritas dari Pemda DIY.
Salah satu mahasiswa yang terdampak adalah Vansianus Masir, mahasiswa semester delapan STPMD APMD asal Desa Wangkarweli, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat lima rumah di kampung halamannya yang mengalami kerusakan parah. Selain itu, material longsor menyebabkan sejumlah rumah retak hingga tiga rumah terpaksa ditinggalkan oleh penghuninya.
Baca juga: Gempa di NTT Runtuhkan Masjid Kubah Merah Putih, Dompet Dhuafa Dirikan Posko
Komunikasi antara Vansianus dan keluarganya sempat terputus total usai gempa terjadi. Ia terakhir kali berbicara dengan sang ibu pada pagi hari setelah gempa, sebelum akhirnya jaringan seluler kembali melumpuh.
Kabar bahwa seluruh keluarganya selamat baru ia dapatkan melalui seorang rekan di kampung halaman. Di sisi lain, sejak bencana melanda, ia belum menerima kiriman biaya hidup dari keluarganya.
Bantuan Logistik dan Kelonggaran UKT dari Pemda DIY
Guna mendukung kelangsungan hidup para mahasiswa NTT di Yogyakarta, Pemda DIY menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 405 kilogram per bulan, telur, abon ayam, hingga mi instan yang akan dialokasikan sampai Desember 2026.
Tidak hanya logistik, Pemda DIY juga telah menerbitkan Surat Edaran yang ditujukan kepada perguruan tinggi di seluruh DIY. Surat tersebut mengimbau pihak kampus untuk memberikan keringanan serta kelonggaran biaya pendidikan bagi seluruh mahasiswa yang terdampak bencana gempa NTT.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Kisah Mahasiswa KKN UMY Bantu Warga Setelah Gempa NTT