Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Kemensos Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Kemensos Siapkan Rp 15 Juta untuk Santunan Korban Gempa NTT - Beritasatu

    2 min read

     

    Tim SAR bersama TNI menangani dampak gempa magnitudo 7,7 di Flores, NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Beritasatu.com/Puspen TNI)

    Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan santunan sebesar Rp 15 juta bagi setiap korban meninggal dunia akibat gempa NTT. Selain santunan, pemerintah juga mengerahkan bantuan logistik senilai Rp 4,52 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

    Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan mobilisasi bantuan dilakukan melalui sejumlah lokasi, yakni Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.

    "Kami terus menyiapkan dan menggerakkan logistik untuk penanganan bencana di NTT. Di NTT ada dua gudang yang menjadi titik mobilisasi, yaitu Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

    Menurut Agus, distribusi bantuan dari Kupang menuju sejumlah wilayah terdampak sempat terkendala kondisi gelombang laut yang masih tinggi. Untuk mempercepat penyaluran, Kemensos mengambil langkah diskresi dengan menerapkan skema belanja langsung di wilayah bencana.

    Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan pangan dan perlengkapan pengungsian dapat segera dipenuhi tanpa menunggu seluruh bantuan dikirim dari gudang pusat.

    Total bantuan logistik yang dikerahkan Kemensos untuk penanganan tanggap darurat gempa NTT saat ini mencapai sekitar Rp 4,52 miliar.

    Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, tenda keluarga, kasur, selimut, perlengkapan anak dan dewasa, serta tambahan beras reguler sebanyak 48 ton.

    Selain bantuan kebutuhan dasar, Kemensos menyiapkan santunan bagi keluarga korban meninggal dunia. Agus meminta pemerintah daerah dan dinas sosial segera melakukan pendataan agar bantuan dapat disalurkan kepada ahli waris.

    "Untuk santunan korban jiwa, Kemensos akan memberikan tali asih kepada ahli waris sebesar Rp 15 juta untuk setiap korban meninggal dunia. Kami meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial segera mendata dan melaporkannya kepada Kemensos supaya santunan bisa segera diberikan," ujarnya.

    Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu pukul 09.00 Wita, gempa NTT berkekuatan M 7,7 menyebabkan 51 orang meninggal dunia dan 110 orang luka-luka.

    Bencana tersebut juga menyebabkan lebih dari 5.000 warga mengungsi di berbagai lokasi penampungan darurat.

    Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Kemensos mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB).

    Personel tersebut bertugas mendirikan dapur umum lapangan, mendampingi proses evakuasi, serta membantu penanganan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

    Kemensos juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga terdampak gempa NTT, terutama masyarakat yang masih berada di pengungsian dan keluarga korban.

    Komentar
    Additional JS