Mengerikan! Ini Deretan Pengakuan Pelaku Mutilasi Depok Potong Jasad Korban - Inilah
Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:30 WIB
Share
Saepul, pelaku pembunuhan dan mutilasi pria di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. (Foto: Polda Metro Jaya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
KecilBesar
Tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51), Saepul alias Saepullah (26), mengungkap alasan di balik aksi sadis yang dilakukannya di sebuah kontrakan di kawasan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.
Adapun pelaku dan korban telah berkenalan melalui media sosial. Keduanya kemudian sepakat bertemu di kontrakan yang ditempatinya di Jalan Belimbing, Cipayung, pada 23 Juli 2026.
Saepul menyampaikan, pertemuan itu awalnya hanya untuk mengobrol karena ia sedang tidak memiliki teman di kontrakannya.
"Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh temen buat ngobrol aja, karena emang temen kontrakan ku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ enggak lanjut," ucap Saepul kepada polisi di Jakarta, dikutip Kamis (6/8/2026).
Namun, suasana pertemuan itu berubah. Saepul mengaku korban mulai menyentuh tubuhnya sehingga membuatnya merasa tidak nyaman.
Sempat Melawan
Selanjutnya dia mengaku sempat melawan dan mendorong korban, tetapi justru ditampar dan didorong hingga terjatuh dari tangga di dalam kontrakan.
"Tadinya cuma butuh temen, dia pegang-pegang saya Bang. Terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya. Ya sudah saya tak dorong kan. Saya tak dorong, saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai," ujar Saepul.
Kondisi Emosi
Setelah terjatuh ke lantai bawah, Saepul mengaku mengambil sebilah pisau dari dapur. Dalam kondisi emosi, ia kembali menghampiri korban dan menusuk bagian perutnya.
"Terus saya turun ke bawah kan, terus terlanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau lah. Terus saya tusuk dulu sebelah sini (perut)," kata Saepul.
Menurut pengakuannya, korban masih sempat melakukan perlawanan dengan menendangnya. Hal itu membuat emosinya semakin memuncak hingga akhirnya ia menggorok leher korban.
"Terus dia berontak lagi, nendang saya. Saya makin emosi Bang. Terus saya pegang saja kepalanya, tangan dia kan sudah enggak... enggak bisa, megang perut, terus saya pegang saja kepalanya langsung kayak (gorok lehernya)," katanya.
Alasan Memutilasi
Lebih jauh, Saepul mengungkap alasan di balik tindakan memutilasi jasad korban setelah menghabisi nyawanya.
Saepul mengaku memotong tubuh korban karena kesulitan membawa jasad keluar dari lokasi pembunuhan tanpa menarik perhatian warga.
"Karena susah bawanya (tubuh korban), Bang. Di situ kan ramai orang dan perumahan juga. Di kontrakanku. Di kontrakanku di Cipayung," ucap Saepul.
Saepul menyebut dirinya menggunakan pisau yang sama untuk menusuk korban sekaligus memutilasi jasadnya.
"Pakai pisau yang saya gunakan buat nusuk dia juga. Dari dapur kan saya tadi didorong," ujar Saepul.
Saat ditanya keberadaan pisau tersebut, Saepul mengaku telah membuangnya bersama pakaian yang dikenakannya ketika melakukan pembunuhan. Barang bukti itu dibuang di kawasan Pitara, Depok.
"Udah dibuang (pisaunya). itunya dibuang sama baju-bajunya (korban) Bang, di daerah apa sih Depok, Pitara, di jalan raya tapi tong sampah gitu ada," ungkap Saepul.
Tak hanya itu, Saepul juga mengungkap lokasi pembuangan potongan tubuh korban. Ia mengaku membuang kedua kaki korban ke aliran air di kawasan Jembatan Serong, Cipayung.
"Potongannya daerah Cipayung juga, daerah Jembatan Serong. Di jembatannya ada airnya itu, Bang. Kaki aja," ungkapnya.
Penyidik kemudian memastikan apakah ada pihak lain yang ikut terlibat dalam pembunuhan maupun mutilasi tersebut. Namun Saepul menegaskan seluruh aksi dilakukan seorang diri tanpa bantuan orang lain. "Sendiri aja," ucapnya singkat.
0 suka
0 bookmark
![]()
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Share




