Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Gibran Rakabuming Raka Lintas Peristiwa NTT Paspampres Spesial

    Nekat Terobos Paspampres, Penyintas Gempa Sampaikan Keluhan MCK hingga Rumah Rusak ke Wapres Gibran - Kompas

    6 min read

     


    MANGGARAI, KOMPAS.com – Sejumlah warga penyintas gempa bumi Flores nekat menerobos pengawalan ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka di posko pengungsian Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026) siang.

    Langkah nekat menerobos barikade Paspampres tersebut dilakukan warga demi bisa berdesak-desakan mendekati dan menyampaikan langsung berbagai keluhan penanganan pasca-gempa bumi Flores kepada Wapres Gibran.

    Isu krisis fasilitas dasar seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK), minimnya logistik kebutuhan bayi dan lansia, hingga kerusakan rumah warga serta fasilitas publik menjadi aspirasi utama yang didesakkan warga di lokasi pengungsian.

    Baca juga: Curhat Asna, Pengungsi Gempa Sikka yang Batal Disapa Wapres Gibran: Mau Apa Lagi...

    Kronologi Warga Terobos Paspampres

    Aksi menerobos penjagaan Paspampres mewarnai suasana haru dan riuh di posko pengungsian Golo Conggo. Di tengah penjagaan ketat aparat gabungan dan pengawal VVIP, warga yang telah menanti sejak pagi tampak saling berdesak-desakan begitu Wapres Gibran tiba di lokasi.

    Momen Gibran Naik Motor Lewati Jalan Retak Tinjau Kampung Waso NTT

    Salah satu warga penyintas yang berani menembus tirai pengawalan Paspampres adalah Dafrosa Doko, seorang ibu penyintas gempa Flores asal Reo. Tanpa ragu, Dafrosa mendekati Gibran untuk menyuarakan mendesaknya kebutuhan MCK di tempat pengungsian.

    Dafrosa mengungkapkan, selama berada di posko pengungsian, para korban gempa terpaksa harus menumpang di rumah-rumah warga sekitar hanya untuk sekadar buang air besar (BAB), buang air kecil (BAK), maupun mandi.

    "Selama ini kami kalau mau buang air besar atau kecil, atau mandi harus pergi numpang di rumah warga sekitar, sehingga saya minta Bapak Wakil Presiden untuk memperhatikan keluhan kami ini minimal empat MCK. Karena MCK ini menjadi kebutuhan dasar bagi kami penyitas di Posko pengungsian ini," kata Dafrosa di lokasi kejadian, Jumat.

    Baca juga: Gibran: Pemerintah Harus Pastikan Kebutuhan Masyarakat NTT Terpenuhi

    Tak hanya MCK, Dafrosa juga mencecar kelangkaan logistik kesehatan dan perlengkapan bayi serta lansia. Menurutnya, pasokan obat-obatan, minyak gosok atau minyak angin, pampers, susu, hingga bedak untuk bayi dan lansia masih sangat minim.

    Desak Pendataan Rumah Rusak dan Keringanan Kredit

    Langkah nekat terobos barikade Paspampres juga dilakukan oleh Desiderus Mikael, penyintas gempa Flores lainnya. Desiderus menerobos pengawalan demi membeberkan parahnya kerusakan pemukiman dan sarana publik di berbagai wilayah Manggarai, khususnya di Desa Ruis dan Desa Persiapan Ruis Timur.

    Ia mendesak Pemerintah Pusat untuk melakukan pendataan yang merata dan memberikan bantuan rekonstruksi bangunan yang hancur, termasuk kapela, sekolah, dan rumah warga.

    "Kami minta didata semua dan mendapat bantuan semua bagi warga yang rumahnya rusak maupun bangunan fasilitas publik yang rusak," tegas Desiderus di hadapan Wapres Gibran.

    Selain masalah fisik bangunan, Desiderus menyoroti kelumpuhan aktivitas ekonomi warga pasca-gempa Flores. Ia berharap pemerintah dapat memberi solusi atau keringanan beban finansial bagi penyintas yang memiliki kewajiban pinjaman atau kredit di bank maupun koperasi.

    Baca juga: Serahkan Tongkat Ganesha ke Jokowi, Anggota DPD Arya Wedakarna Singgung Estafet Kepemimpinan ke Gibran

    Kisah Ibu Gendong Bayi saat Gempa

    Suasana makin haru saat Wapres Gibran menyambangi seorang bayi yang tengah dirawat di dalam posko pengungsian. Siti Arfia, ibu dari bayi tersebut, memanfaatkan momen kehadiran Wapres untuk meminta bantuan mendesak berupa susu, bedak, pakaian, serta popok bayi.

    Siti menceritakan detik-detik mencekam saat gempa bumi mengguncang tempat tinggalnya hingga rata dengan tanah.

    "Bapak kami ini lari kasih tinggal rumah yang sudah rata dengan tanah. Kami lari hanya dengan pakaian di badan saja, saya lari hanya gendong bayi saya, sehingga mohon bantuan bapak perhatikan keluhan kami ini," ucap Siti sambil menahan kesedihan.

    Baca juga: Memutus Isolasi Gempa NTT Seperti di Aceh: Medan Berat Jadi Tantangan Penyaluran Logistik

    Respon dan Janji Wapres Gibran

    Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan warga setelah menerobos pengawalan Paspampres, Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Pemerintah Pusat siap memenuhi seluruh kebutuhan dan keluhan para korban gempa Flores.

    Gibran memastikan bahwa pemenuhan logistik di posko pengungsian serta pembangunan fasilitas sanitasi akan langsung ditangani.

    "Kalau ada kekurangan siap ambil saja, kita akan bantu siapkan semua," ujar Wapres Gibran.

    Baca juga: Gibran Sebut Mahasiswa UI Akan Tinggal 1 Minggu di NTT, Bantu Pulihkan Psikologis Korban Gempa

    Terkait desakan pembangunan MCK dan rekonstruksi rumah warga serta sarana ibadah yang rusak, Gibran berjanji proses pembangunan dan pendataan dilakukan secara menyeluruh.

    "Soal MCK kita sekarang bangun. Soal bantuan pendataan rumah rusak dan bantuan pembangunan rumah itu pasti akan kita penuhi semua, termasuk kapela yang rusak," janji Gibran di akhir kunjungannya.

    Artikel ini telah tayang di Tribunflores.com dengan judul Warga Korban Gempa Flores Terobos Paspampres, Minta Bantuan MCK dan Rumah Rusak

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS