Prabowo Wanti-wanti Pengguna Motor Bensin, Ambil Contoh Kasus di Beijing - Grid Oto

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:30 WIB
GridOto.com - Presiden RI, Prabowo Subianto mewanti-wanti pengguna motor bensin di saat peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas), (13/8/26).
Bahkan Kepala Negara memberikan contoh kasusnya di kota Beijing, China.
Menurutnya, saat ini terdapat aturan mengenai pengendalian emisi seperti carbon tax atau pajak karbon yang membuat penggunaan motor berbahan bakar bensin semakin dibatasi.
"Karena ini sudah kebutuhan dunia, jadi ada namanya carbon tax. Di kota-kota besar seperti di Beijing enggak bisa motor bensin masuk," ucapnya di fasilitas produksi PT Ilectra Group (ALVA), Cikarang, kabupaten Bekasi, Jawa Barat, (13/8/26).
"Jadi ini warning aja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin ya," tegas Prabowo.
Meski begitu, ia tetap meminta masyarakat pengguna motor berbahan bakar bensin untuk tetap tenang.
Karena pemerintah akan menyusun kebijakan atau skema tukar tambah motor berbahan bakar bensin ke motor listrik (molis).
"Kita ada skema-skema, nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin, nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru," ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan penggunaan motor listrik lebih hemat daripada motor berbahan bakar bensin.
"Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak gitu, minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ujar Prabowo.
Baca Juga: Ambisi Prabowo Setelah MOLINAS Meluncur, Produksi Massal Mobil Listrik Nasional Pada 2028
Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran motor listrik nasional (molinas)(YouTube/Sekretariat Presiden)
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut mengapresiasi pengusaha-pengusaha yang ikut mengembangkan proyek Motor Listrik Nasional di tengah persaingan ketat dengan negara lain.
Menurutnya, peluncuran Motor Listrik Nasional pada hari ini merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia.
"Jadi hari ini adalah menurut saya hari yang sangat penting, karena ini merupakan suatu tonggak atas inisiatif masing-masing, para pengusaha swasta yang mulai proyek ini," tandas Prabowo.