Presiden Prabowo Turun Tangan Atasi Pemadaman Listrik Kalimantan - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 04 Agustus 2026 - 17:58 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap Presiden Prabowo Subianto turun tangan menyikapi pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto turun tangan menyikapi pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Hal itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Bahlil juga mengatakan pemerintah telah mengambil langkah konkret bersama PT PLN (Persero) untuk mengakhiri gangguan pasokan listrik yang dikeluhkan masyarakat.
“Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Di dalam pembahasan itu, salah satu di antaranya kami bahas adalah persoalan PLN, ya. Persoalan listrik yang kami harus akui di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman-pemadaman beberapa titik,” kata Bahlil.
Baca juga: Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
Menurut Bahlil, Prabowo meminta Kementerian ESDM bersama PLN segera menyusun langkah yang terukur agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin.
“Dan karena itu, Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik,” ujarnya.
Diketahui, gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebelumnya dipicu terganggunya sejumlah pembangkit listrik utama yang secara bersamaan menjalani perbaikan.
Lihat video: Heboh Pemadaman Listrik Bergilir, Dirut PLN: Minta Maaf Atas Ketidaknyamanan
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng Iwan Soelistijono pun telah menjelaskan, salah satu penyebabnya berasal dari PLTU SLK Gunung Mas di Kalimantan Tengah. Dari dua unit pembangkit berkapasitas masing-masing 100 megawatt (MW), satu unit masih mengalami gangguan dan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026.
Sementara itu, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Tabalong telah kembali mengoperasikan Unit 2 berkapasitas 100 MW sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari target semula.
Adapun di PLTU Asam-Asam Kalimantan Selatan, proses pemulihan masih berlangsung. Unit 3 berkapasitas 54 MW masih dalam tahap perbaikan, sementara Unit 2 juga belum kembali beroperasi.
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin juga telah menyatakan, optimistis pemadaman bergilir dapat dihentikan mulai 5 Agustus 2026, seiring bertambahnya kapasitas pembangkit yang kembali masuk ke sistem. “Insya Allah mulai awal Agustus kita tidak ada pemadaman, tetapi kita masih siaga,” kata Muhidin.
Meski demikian, dia memperkirakan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah baru akan pulih sepenuhnya setelah seluruh proses perbaikan di PLTU Asam-Asam rampung pada akhir Agustus 2026.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Terpopuler
1
2
3
4
5





