Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    Rekomendasi Makanan untuk Membantu Menaikkan Berat Badan Anak secara Sehat - RRI

    2 min read

     

    Ilustrasi telur sebagai bahan makanan untuk penambah berat badan (Foto:www.pexels.com)

    RRI.CO.ID, Bengkulu - Memiliki berat badan sesuai usia menjadi salah satu indikator penting dalam memantau pertumbuhan anak, sehingga orang tua perlu memperhatikan kecukupan energi dan zat gizi dalam menu sehari-hari. Alih-alih mengandalkan makanan tinggi gula atau makanan ultra-proses, pilihan yang lebih baik adalah makanan padat gizi yang mengandung protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

    Telur dapat menjadi salah satu pilihan makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak karena mengandung protein berkualitas serta berbagai mikronutrien. Sebuah systematic review dan meta-analysis dalam British Journal of Nutrition tahun 2022 menemukan bahwa pemberian makanan bersumber hewani, terutama sebagai bagian dari makanan pendamping, berkaitan dengan peningkatan skor berat badan menurut usia pada anak usia 6–24 bulan.

    Selain telur, ikan, ayam, daging, dan hati dapat diberikan secara bergantian sesuai usia dan kemampuan makan anak karena merupakan sumber protein, zat besi, seng, serta vitamin B12. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age merekomendasikan konsumsi makanan bersumber hewani seperti daging, ikan, atau telur setiap hari bagi anak usia 6–23 bulan.

    Untuk menambah energi dalam menu, orang tua juga dapat memilih alpukat, santan dalam jumlah sesuai, kacang-kacangan yang diolah aman, serta produk susu yang sesuai usia. WHO menekankan bahwa makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, buah, sayur, dan makanan bersumber hewani merupakan bagian dari pola makan beragam dan padat zat gizi untuk mendukung kebutuhan anak.

    Karbohidrat seperti nasi, kentang, ubi, atau pasta tetap dibutuhkan sebagai sumber energi, tetapi sebaiknya dipadukan dengan lauk berprotein dan sumber lemak agar makanan lebih lengkap. Misalnya, nasi dapat disajikan bersama telur dan sayuran, kentang dengan ikan dan sedikit minyak, atau bubur dengan ayam, telur, dan sayuran sesuai tekstur yang aman bagi usia anak.

    Frekuensi makan juga perlu diperhatikan, terutama bagi anak yang sulit menghabiskan makanan dalam porsi besar karena pemberian porsi kecil tetapi lebih sering dapat membantu memenuhi kebutuhan hariannya. WHO merekomendasikan makanan pendamping diberikan 2–3 kali sehari untuk usia 6–8 bulan dan 3–4 kali sehari untuk usia 9–23 bulan, dengan tambahan camilan bergizi sesuai kebutuhan.

    Orang tua sebaiknya tidak mengejar kenaikan berat badan hanya dengan makanan manis, minuman berpemanis, atau makanan tinggi lemak tetapi rendah zat gizi karena anak tetap membutuhkan pola makan yang beragam dan seimbang. Jika berat badan anak sulit naik, terus menurun, atau berada di bawah grafik pertumbuhan, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan kebutuhan makan yang sesuai.

    Komentar
    Additional JS