Ribuan Warga Nagekeo Antusias Tunggu Kedatangan Prabowo, Berharap Kepastian Nasib Rumah - Kompas
MBAY, KOMPAS.com — Ribuan warga terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memadati Lapangan Berdikari, Rabu (26/8/2026), untuk menunggu kedatangan Presiden Prabowo Subianto.
Anak-anak hingga orang dewasa berkumpul di lapangan yang menjadi lokasi pendaratan helikopter yang ditumpangi Prabowo.
Anastasia (43), salah satu warga terdampak gempa, mengaku telah menunggu kedatangan Presiden sejak pagi.
Purbaya: Pak Prabowo Titip Salam dan Tak Lupakan Masyarakat NTT
"Dari tadi pagi saya dan warga lain menunggu kedatangan Pak Presiden," ujarnya.
Baca juga: 2,2 Ton Rendang Donasi Warga Sumbar Dikirim untuk Penyintas Gempa NTT
Menurut Anastasia, kedatangan Prabowo sangat dinantikan warga terdampak bencana. Mereka berharap dapat memperoleh kepastian mengenai langkah pemerintah dalam menangani dampak gempa di Flores.
"Kalau bantuan memang kami sudah dapat, tapi bagaimana dengan rumah kami, dan nasib kami ke depan. Ini yang kami butuh dari Presiden," ucapnya.
Selain persoalan tempat tinggal, warga berharap pemerintah memperhatikan keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak gempa.
Nikolaus (39), warga lainnya, berharap Presiden Prabowo memberi perhatian terhadap kebutuhan pendidikan para pelajar di wilayah terdampak.
"Kalau Bapak Presiden perhatikan pendidikan anak-anak kami, mereka butuh pendidikan dan beasiswa," katanya.
Ia juga berharap bantuan pemerintah dapat disalurkan secara merata kepada seluruh warga yang terdampak gempa.
Baca juga: Menjelang Kunjungan Prabowo, Kabasarnas dan Gubernur NTT Cek Posko Pengungsi Gempa Nagekeo
Presiden pastikan penanganan gempa
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, kunjungan Prabowo ke NTT dilakukan untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat terdampak gempa.
Kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik.
Selain itu, kunjungan Prabowo menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores, NTT.
“Bapak Presiden sejak awal sudah memerintahkan penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana,” ujarnya.
Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa tersebut berpusat di laut, di timur laut Nagekeo, dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.
Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah di Flores dan memicu tsunami yang menerjang beberapa kawasan pesisir. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan rumah dan fasilitas umum di sejumlah kabupaten.
Baca juga: Manfaatkan Situasi Gempa, Remaja di Labuan Bajo Diduga Bobol Sejumlah Rumah Kosong
Hingga Selasa (25/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 103 orang meninggal dunia dan 1.666 orang lainnya mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
Status tersebut ditetapkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya