Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Flores Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    “Saya Stres, Sudah Tidak Kuat Lagi”, Camat Lamba Leda Utara Soroti Bantuan Gempa Flores - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, terlibat adu mulut dengan seorang petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Peristiwa itu terjadi saat pembahasan pembagian bantuan bagi warga terdampak gempa Flores di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara, Jumat (21/8/2026).

    Sekretaris Daerah Manggarai Timur Winsensius Tala mengatakan, insiden tersebut pada dasarnya terjadi karena persoalan komunikasi dan koordinasi di lapangan yang belum berjalan optimal.

    Pemkab Manggarai Timur tidak ingin peristiwa itu berkembang menjadi persepsi adanya pertentangan antara pemerintah kecamatan dengan petugas BNPB.

    Baca juga: 4.256 Gempa Susulan Guncang Flores, BMKG: Bisa Berlangsung hingga 4 Minggu

    Menurut Winsensius, situasi tanggap darurat bencana membuat kondisi di lapangan mudah berubah dan setiap pihak bekerja dalam tekanan.

    "Setiap unsur bekerja dengan tekanan, keterbatasan informasi, serta tuntutan untuk mengambil keputusan secara cepat. Dalam kondisi demikian, perbedaan pemahaman terhadap informasi atau mekanisme koordinasi sangat mungkin terjadi," ujar Winsensius dalam keterangan yang diterima, Sabtu (22/8/2026).

    Pemkab sebut masalah koordinasi

    Winsensius mengatakan, Pemkab Manggarai Timur memilih untuk tidak memperbesar perbedaan yang muncul dalam video tersebut.

    Menurut dia, hal yang lebih penting adalah memperbaiki komunikasi dan koordinasi agar seluruh pihak kembali berfokus pada penanganan warga terdampak gempa.

    "Kami juga perlu menegaskan bahwa tidak ada kepentingan untuk mempertentangkan satu pihak dengan pihak lainnya. Camat sebagai unsur pemerintah di wilayah mempunyai tanggung jawab pelayanan pemerintahan dan masyarakat, sementara unsur lain yang hadir di lapangan juga memiliki peran masing-masing dalam mendukung penanganan kondisi darurat," ungkap Winsensius.

    Pemkab Manggarai Timur, lanjut dia, memandang setiap perbedaan di lapangan harus ditempatkan dalam konteks koordinasi dan tidak berkembang menjadi konflik personal maupun antarlembaga.

    "Kami telah mendorong pihak-pihak terkait untuk melakukan komunikasi dan klarifikasi secara langsung agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Pemkab Manggarai Timur juga memastikan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat sehingga setiap langkah penanganan di lapangan memiliki pemahaman dan tujuan yang sama," ujar Winsensius.

    Ia juga meminta semua pihak tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

    "Dalam kondisi seperti ini, masyarakat membutuhkan ketenangan, kepastian, dan kerja sama semua pihak. Pada akhirnya, pemerintah hadir bukan untuk mencari siapa yang menang atau siapa yang kalah, tetapi harus kita menangkan adalah kepentingan masyarakat," ungkap Winsensius.

    "Mari kita sudahi perbedaan yang muncul sebagai bagian dari dinamika komunikasi di lapangan, kita luruskan yang perlu diluruskan, dan kita kembali bekerja bersama untuk masyarakat Manggarai Timur," kata dia.

    "Kita tidak sedang berhadapan satu sama lain. Kita sedang berdiri di sisi yang sama yaitu di sisi masyarakat," lanjutnya.

    Camat persoalkan pembagian bantuan

    Video yang menjadi sorotan memperlihatkan Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman terlibat perdebatan saat membahas distribusi bantuan untuk korban gempa.

    Dalam rekaman tersebut, Agustinus mempersoalkan jumlah bantuan yang harus dibagikan kepada warga di 11 desa dalam wilayah kecamatannya.

    Ia mengatakan harus memastikan bantuan tidak hanya terkonsentrasi pada satu lokasi.

    "Saya harus bagi ke sebelas desa, Pak," kata Agustinus dalam rekaman tersebut.

    Agustinus juga menyampaikan adanya tekanan dari warga yang mempertanyakan distribusi bantuan.

    "Semua desa sekarang protes ke saya, semua pada teriak, Pak. Semua pada bilang masuk bantuan," ujarnya.

    Menurut Agustinus, jumlah penduduk Kecamatan Lamba Leda Utara yang perlu mendapat perhatian mencapai 21.171 jiwa.

    "21.171 jiwa di Lamba Leda Utara. Harus bagi rata. Saya buat begitu, Pak," katanya.

    Dalam video tersebut, Agustinus beberapa kali menegaskan bantuan yang tersedia harus dibagikan kepada seluruh desa.

    "Saya bagi rata ke sebelas desa," katanya berulang kali.

    Camat mengaku stres

    Perdebatan dalam rekaman kemudian berlangsung emosional.

    Agustinus mengatakan dirinya menghadapi tekanan besar dalam mengurus kebutuhan masyarakat terdampak bencana, sementara bantuan yang tersedia terbatas.

    "Saya stres. Saya sudah tidak kuat lagi," ucap Agustinus.

    Ia juga meminta agar kepala dinas datang ke lokasi untuk membantu menyelesaikan persoalan distribusi bantuan.

    Agustinus kemudian mengajak pihak yang membawa bantuan melihat langsung kondisi warga di desa lain.

    "Kita ke desa. Kita ke sana. Mereka belum makan," katanya.

    Ia menegaskan bahwa kondisi sulit tidak hanya terjadi pada satu desa.

    "Sebelah desa juga sama, Pak. Sama, sebelah desa," ujar Agustinus.

    Lamba Leda Utara terdampak gempa

    Kecamatan Lamba Leda Utara merupakan salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.

    Sebelumnya, Agustinus menyebut warga di wilayahnya masih membutuhkan berbagai kebutuhan darurat, antara lain obat-obatan, tenaga medis, air minum, beras, listrik, dan jaringan internet.

    Pemerintah pusat juga telah meninjau langsung kondisi di kawasan tersebut.

    Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengunjungi Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, pada Senin (17/8/2026).

    Baca juga: Beras Menipis, Terpal Tak Ada, Korban Gempa Flores di Manggarai Bertahan 7 Hari di Posko Mandiri

    Dalam kunjungannya, Tito meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan kerusakan rumah warga sebagai dasar penyaluran bantuan.

    Ia juga menyerahkan bantuan berupa genset dan velbed untuk mendukung operasional posko pengungsian serta bantuan untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.

    Pemkab Manggarai Timur kini menyatakan akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar persoalan serupa tidak kembali terjadi selama penanganan dampak gempa.

    Hingga informasi dalam sumber ini disampaikan, belum terdapat keterangan dari BNPB mengenai perdebatan antara petugasnya dan Camat Lamba Leda Utara yang terekam dalam video tersebut.

    Sebagian artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul "Viral Camat LAUT Adu Mulut Dengan Petugas BNPB: Saya stres. Saya Sudah Tidak Kuat Lagi"

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS