Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Spesial SPPG

    SPPG Margomulyo Pastikan Kualitas Telur MBG dari Peternak Lokal - Media Center Sembadq

    4 min read

     


    Sleman – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Kapanewon Seyegan, terus memperkuat pengawasan kualitas bahan pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya dengan melakukan monitoring langsung ke kandang peternak ayam petelur lokal di wilayah Seyegan, Jumat (14/8/2026).

    Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas, higienitas, keamanan, serta kontinuitas pasokan telur yang menjadi salah satu sumber protein dalam menu MBG.

    Menurutnya, pengawasan perlu dilakukan sejak dari tingkat produsen, tidak hanya saat bahan pangan tiba di dapur SPPG. Monitoring mencakup kondisi kandang, pengelolaan ternak, pakan, kebersihan, hingga penanganan telur setelah dipanen.

    “Kami ingin memastikan bahan baku yang masuk ke dapur SPPG benar-benar memenuhi standar keamanan dan kualitas. Karena itu, monitoring tidak cukup hanya dilakukan ketika telur sudah sampai di dapur. Kami perlu melihat langsung prosesnya dari sumbernya,” ujar Joni.

    Ia menegaskan telur yang digunakan harus dalam kondisi segar dan ditangani dengan baik sehingga memenuhi standar keamanan pangan.

    “Telur yang kami gunakan harus segar, ditangani dengan baik, dan memenuhi standar yang kami tetapkan. Prinsipnya, makanan yang kami sajikan harus aman dan bergizi sebelum sampai kepada penerima manfaat,” tandasnya.

    Selain menjaga kualitas pangan, kunjungan tersebut menjadi upaya memperkuat keterlibatan peternak lokal dalam rantai pasok MBG. Penyerapan hasil produksi dari peternak di sekitar Seyegan diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    “MBG bukan hanya tentang makanan yang sampai ke penerima manfaat. Di belakang satu porsi makanan bergizi ada petani, peternak, UMKM, tenaga kerja, dan banyak pelaku ekonomi lokal. Karena itu, kami ingin ekosistem ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelas Joni.

    SPPG Margomulyo juga berdialog dengan para peternak untuk mengetahui kendala produksi sekaligus menyampaikan kebutuhan dan standar bahan baku yang diperlukan. Komunikasi tersebut diharapkan dapat membangun kemitraan yang berkelanjutan antara SPPG dan produsen pangan lokal.

    Joni menekankan bahwa kualitas makanan berawal dari kualitas bahan baku. Karena itu, pengawasan diterapkan pada seluruh tahapan, mulai dari pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

    “Prinsip kami sederhana, kualitas makanan dimulai dari kualitas bahan bakunya. Kalau kita ingin menghasilkan makanan yang aman dan bergizi, maka proses pengawasan harus dimulai sejak bahan pangan berada di tingkat produsen,” katanya.

    Ia berharap penguatan rantai pasok lokal dapat mendukung keberlanjutan program MBG sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Seyegan dan sekitarnya.

    “Kami ingin SPPG tidak hanya menjadi tempat memasak dan mendistribusikan makanan. SPPG juga harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi dan pangan masyarakat. Semakin kuat rantai pasok lokal, semakin kuat pula keberlanjutan program,” pungkas Joni.

    (Joni Prasetyo/KIM Seyegan)

    image_pdfimage_print

    Post Views: 217

    Bagikan:

    Komentar
    Additional JS