Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Tertimpa Reruntuhan Gempa, Lansia di Sikka Dievakuasi Pakai Helikopter - Kompas

    3 min read

     

    KUPANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Sikka mengevakuasi seorang warga lanjut usia yang mengalami cedera akibat tertimpa reruntuhan rumah saat gempa bumi mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

    Warga tersebut bernama Yohanis Riba (75), warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka. Kaki Yohanis mengalami pembengkakan setelah terkena reruntuhan bangunan rumahnya saat gempa.

    Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga mengenai kondisi Yohanis pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

    "Begitu mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pilot helikopter BKO Baharkam Mabes Polri untuk melakukan evakuasi," kata Bambang, Minggu malam.

    Kisah Pilu Korban Gempa NTT, Ayah Tewas Lindungi Putrinya dari Reruntuhan Rumah

    Baca juga: Gubernur NTT Sebut Menteri PKP dan Yayasan Buddha Suci Siapkan 1.500 Rumah untuk Korban Gempa Flores

    Menurut Bambang, kondisi geografis Pulau Palue dan kebutuhan penanganan medis yang lebih memadai membuat evakuasi melalui udara menjadi pilihan paling cepat.

    Helikopter polisi kemudian diberangkatkan menuju Palue sekitar pukul 16.30 Wita untuk mengevakuasi Yohanis.

    Baca juga: Gubernur NTT Sebut Menteri PKP dan Yayasan Buddha Suci Siapkan 1.500 Rumah untuk Korban Gempa Flores

    Evakuasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno.

    Setelah proses evakuasi, helikopter tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, sekitar pukul 17.30 Wita.

    Yohanis kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit TC Hillers Maumere untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.

    Bambang mengatakan, langkah cepat tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membantu warga terdampak gempa, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis segera.

    "Kami berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin kepada warga yang membutuhkan, terutama di wilayah kepulauan yang aksesnya cukup sulit," ujar Bambang.

    Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan memaksa ribuan warga mengungsi.

    Di tengah kondisi tersebut, akses transportasi dan layanan kesehatan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan warga terdampak, khususnya di wilayah kepulauan seperti Palue.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    Komentar
    Additional JS