Tujuh Korban Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang di Pidie Dimakamkan dalam Dua Liang Lahat - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Tujuh warga Gampong Puli meninggal dunia akibat mobil pikap yang mereka tumpangi tertimpa pohon kedondong besar
- Insiden terjadi di Gampong Tanjong Krueng saat rombongan dalam perjalanan menjenguk keluarga di RSUD Tgk Chik Di Tiro
- Seluruh korban meninggal akan dikebumikan dalam dua liang lahad di Gampong Puli setelah proses fardu kifayah
- Lima penumpang lainnya termasuk sopir mengalami luka berat dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nazar | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Tujuh korban meninggal dunia akibat tertimpa pohon besar di Gampong Tanjong Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, akan dikebumikan di dua liang di Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Rabu (12/8/2026).
Ketujuh korban merupakan penumpang mobil pikap Suzuki Carry BL 8160 AN yang tertimpa pohon kedondong saat dalam perjalanan menuju RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
Berdasarkan data kepolisian, dari 12 penumpang dalam mobil tersebut, tujuh orang meninggal dunia, sedangkan lima lainnya, termasuk sopir, mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
Keuchik Gampong Puli, Razali, mengatakan ketujuh jenazah akan dimakamkan di dua liang. Empat jenazah akan dikebumikan dalam satu liang, sedangkan tiga jenazah lainnya di liang kedua.
"Ketujuh jenazah akan dikebumikan di dua liang. Satu liang empat jenazah dan satu liang tiga jenazah," kata Razali kepada Serambi Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, warga saat ini sedang melaksanakan fardu kifayah terhadap ketujuh korban sebelum proses pemakaman.
Masyarakat juga berdatangan ke rumah duka untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Baca juga: Pikap Bawa 12 Penumpang Tertimpa Pohon, Ini Identitas 7 Korban Meninggal
Rombongan Hendak Menjenguk Orang Sakit
Razali mengungkapkan, rombongan tersebut menggunakan mobil pikap untuk menuju rumah sakit guna menjenguk salah seorang anggota keluarga mereka, Tgk Zainal Abidin, yang sedang menjalani perawatan di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
Dalam rombongan itu, turut serta ibu kandung Tgk Zainal Abidin, Zubaidah (68), yang menjadi salah satu korban meninggal dunia.
"Zubaidah ibu kandung Tgk Zainal Abidin ikut meninggal. Tgk Zainal Abidin anak pertama dari almarhumah. Tapi, saya tidak mengetahui penyakit apa yang diderita Tgk Zainal Abidin," ujar Razali.
Kronologi Pohon Tumbang
Tragedi tersebut terjadi di jalan nasional Banda Aceh-Medan, tepatnya di Gampong Tanjong Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat kejadian, hujan turun disertai angin kencang. Pikap Suzuki Carry BL 8160 AN yang dikemudikan M Hidayat (25) membawa 12 penumpang dengan tujuan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
Mobil tersebut melaju setelah melewati jembatan kembar Gampong Baro. Sekitar 30 meter dari jembatan, tiba-tiba pohon besar jenis kedondong yang berada di pinggir jalan tumbang dan menimpa mobil.
Baca juga: DLH Tegaskan Pemeliharaan Pohon di Jalan Nasional Kewenangan Balai Jalan
Penumpang yang berada di bagian belakang mobil terhimpit batang pohon. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas bersama warga harus memotong batang pohon menggunakan mesin senso untuk mengeluarkan para korban.
Polisi bersama masyarakat kemudian mengevakuasi seluruh korban dari dalam mobil yang tertimpa pohon.
Tujuh korban yang meninggal dunia masing-masing Fatima Wati (50), Zainabon (57), Nurma Husen (50), Rafasah (60), Halimah (68), Salhiah (76), dan Zubaidah (68). Seluruh korban merupakan warga Gampong Puli, Kecamatan Pidie.
Sementara itu, lima korban lainnya, yakni Sapuan (70), Muhammad Kausar (6), Huwaidi (10), Ahmad Syahir (11), dan M Hidayat (30), mengalami luka berat dan langsung dievakuasi ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli untuk mendapatkan perawatan.
Catatan: data korban dalam naskah sumber menyebut Sapuan berjenis kelamin perempuan, sementara M Hidayat disebut sebagai sopir laki-laki. Bagian tersebut sebaiknya diverifikasi kembali sebelum berita diterbitkan.