Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang - Suara

![]()
- Bus rombongan AMPB Pati diserang orang tak dikenal di Tol Karawang saat menuju Jakarta untuk demonstrasi.
- Koalisi masyarakat sipil mengecam pemblokiran rekening senilai Rp80,9 juta milik Koordinator AMPB Pati, Supriyana.
- Bank Mandiri memblokir rekening atas permintaan aparat, tetapi tindakan ini dinilai tanpa izin pengadilan.
Suara.com - Beredar video yang memperlihatkan bus yang ditumpangi sejumlah anggota AMPB Pati mengalami penyerangan oleh orang tak dikenal di Tol Karawang saat dalam perjalanan menuju Jakarta.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Thread @zumaahmad. Dalam unggahannya, disebutkan bus yang membawa rombongan AMPB Pati mendapat serangan ketika melintas di kawasan Tol Karawang.
“Bus yang ditumpangi kawan-kawan AMPB Pati, diserang orang tak dikenal di Tol Karawang saat perjalanan menuju Jakarta. BIADAB!” tulis akun tersebut.
Pada video yang diunggah tersebut terlihat bagian kaca bus paling depat retak seperti dilempar batu.
Unggahan itu kemudian memancing sejumlah komentar dari warganet. Mereka menyatakan keprihatinan sekaligus mempertanyakan keamanan rombongan yang sedang melakukan perjalanan ke Jakarta.
“Udah enggak paham mau ngomong apa, Kak. Udah parah ini asli,” tulis pengguna thread
Pemilik unggahan kemudian membalas dengan kritik lebih keras terhadap situasi yang terjadi. Ia menyoroti pergerakan aparat yang menurutnya semakin mengkhawatirkan.
“Pergerakan aparat juga liar banget, menjijikkan. Saya selalu kepikiran, gimana tanggal 27 nanti. Hadeeehh,” tulisnya.
Komentar lain bahkan menggunakan kata-kata keras untuk menggambarkan kekecewaan terhadap kondisi tersebut.
“Biadab sudah rezim ini,” tulis akun lainnya.
Di kolom komentar, muncul pula dugaan dari salah satu warganet bahwa rombongan tersebut telah diikuti sejak dari Pati.
“Ada intel yang ngikutin dari Pati untuk memastikan kendaraan AMPB pas lewat langsung eksekusi,” tulis akun lainnya.
Sebelumnya, Rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyana alias Botok, menjelang rencana demonstrasi yang akan digelar oleh pihaknya pada (27/8/2026) mendatang.
Padahal, uang di dalam rekening itu meruoakan dana operasional masyarakat Pati selama di Jakarta untuk mempersiapkan unjuk rasa.
Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Celios, YLBHI, CALS, Amnesty International Indonesia, KIKA, Serikat Pekerja Kampus, Social Movement Institute, Danantara Monitor, Koalisi Bersihkan Bankmu, Sajogoyo Institute, dan Serikat Butuh GEBUK mengecam keras pemblokiran tersebut.
Mereka menduga langkah itu merupakan bentuk intimidasi bagi kebebasan masyarakat sipil saat hendak melakukan unjuk rasa.
Direktur Amnesty Internastional Indonesia, Usman Hamid pemblokiran rekening sebesar Rp80,9 juta itu menyebabkan warga Pati kehilangan dana operasional.
Tak hanya itu, akun sosial media milik Botok juga dikabarkan mengalami gangguan.
Ia mempertanyakan alasan Bank Mandiri selaku pengelola justru malah melakukan pemblokiran.
Sebab koalisi menilai upaya pemblokiran seyogyanya musti mendapat perizinan dari Ketua Pengadilan Negeri setempat dahulu jika mengacu pada pasal 140 UU 20 tahun 2025 tentanh KUHP.
Bank pelat merah itu juga telah menyampaikan permintaan maaf atas pemblokiran tersebut. Mereka berdalih keputusan itu diambil karema permintaan aparat penegak hukum.
"Namun, bank tidak menjelaskan institusi yang meminta pemblokiran, perkara pidana yang menjadi dasar tindakan tersebut, maupun ada atau tidaknya izin pengadilan," kata Usman pada Minggu, (23/8/2026).