198 Siswa dan Guru di Tulungagung Diduga Keracunan MBG, BGN Hentikan Sementara SPPG Tanjungsari 1 - Kompas
TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1, Tulungagung, Jawa Timur, selama 20 hari.
Kebijakan ini diambil menyusul dugaan gangguan pencernaan yang dialami 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah penghentian sementara ini diputuskan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional layanan, sekaligus upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Baca juga: Sakit Hati Takut Diputus Pacar, Wanita di Tulungagung Buat Laporan Palsu Perzinahan ke Polisi
Mengapa operasional SPPG dihentikan sementara?
Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Habibi, menjelaskan bahwa penghentian operasional dilakukan segera setelah muncul laporan gangguan kesehatan pada penerima manfaat program MBG.
352 Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG, SPPG Disidak
“Saat ini operasional SPPG Tanjungsari 1 sudah dihentikan sementara. Tidak ada lagi aktivitas produksi maupun distribusi MBG selama masa pembinaan,” kata Habibi di Tulungagung, Sabtu (26/9/2026) dikutip dari Antara.
Ia menegaskan bahwa penghentian tersebut bukan penutupan permanen, melainkan langkah pembinaan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar keamanan pangan.
Apa saja langkah evaluasi yang dilakukan BGN?
Selama masa penghentian operasional, BGN melakukan pembinaan dan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) di dapur SPPG Tanjungsari 1. Evaluasi ini mencakup seluruh rantai proses, mulai dari pengadaan bahan, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
“Selama penghentian sementara kami fokus pada peningkatan dan perbaikan SOP yang masih perlu disempurnakan,” ujar Habibi.
BGN juga menurunkan tim monitoring dan evaluasi untuk mengidentifikasi potensi masalah dalam proses layanan makanan, termasuk aspek kebersihan, penyimpanan bahan, hingga distribusi ke sekolah.
Baca juga: 2 Pegawai SPPG Tulungagung Terjerat Sabu, Pakai Narkoba Dalih Agar Kuat Kerja
Apa temuan awal terkait menu makanan?
Dari hasil penelusuran awal, BGN mencatat bahwa menu MBG yang disajikan pada saat kejadian terdiri atas ayam bakar, sambal, dan buah anggur. Komposisi menu ini kemudian menjadi salah satu fokus evaluasi.
Menurut Habibi, kombinasi menu tertentu berpotensi memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang, terutama yang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu atau kondisi kesehatan khusus.
“Menu seperti itu berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu kami evaluasi agar penyusunan menu lebih memperhatikan faktor keamanan dan kesesuaian konsumsi,” katanya.
Baca juga: Dua Pegawai SPPG di Tulungagung Konsumsi Sabu, Satu Direhabilitasi dan Satu Diproses Hukum
Dinas Kesehatan Tulungagung sebelumnya mencatat sebanyak 198 siswa dan guru mengalami keluhan gangguan pencernaan berdasarkan hasil surveilans epidemiologi.
Gejala yang dilaporkan bervariasi, mulai dari mual, sakit perut, hingga gangguan pencernaan ringan.
Sebagai bagian dari investigasi, sampel makanan yang dikonsumsi siswa telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar dua minggu.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian, apakah berasal dari bahan makanan, proses pengolahan, atau faktor lain yang terkait dengan distribusi makanan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Kasus Keracunan MBG Masuk Tahap Penyidikan Polisi, Ini Tanggapan BGN