Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Keracunan Kesehatan Makan Bergizi Gratis Pendidikan Spesial

    413 Siswa dan Guru SMKN 2 Yogyakarta Mual hingga Diare Usai Santap MBG - Kompas

    6 min read

     


    YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 413 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Kota Yogyakarta mengalami diare, pusing hingga mual setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Suci Rohmadi menjelaskan, pada Rabu (16/9/2026) siswa SMKN 2 Yogyakarta beserta guru dan karyawan menerima paket MBG dalam dua sesi.

    Sesi pertama dikirim pukul 07.00 WIB dan sesi kedua dikirim sebelum pukul 09.00 WIB.

    Baca juga: Wali Murid Korban Keracunan MBG Lombok Tengah: Kita Orang Kampung Tetap Makan Ayam...

    Total ada 1.952 porsi MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Caturtunggal, Depok, Sleman 03.

    Viral Tempe MBG di Depan Toilet Usai 216 Siswa Blora Diduga Keracunan

    “Selanjutnya, oleh pihak sekolah SMK Negeri 2 Yogyakarta langsung didistribusikan kepada penerima yaitu murid, guru, dan karyawan. Proses pendistribusian ini selesai pukul 09.00 WIB,” kata Suci saat dihubungi awak media, Jumat (18/9/2026).

    Sebelum pukul 10.00 WIB, seluruh penerima manfaat mengonsumsi menu tersebut. Sampai dengan murid pulang sekolah, tidak ada kejadian atau keluhan apapun.

    Tetapi pada malam hari, beberapa murid maupun guru dan karyawan merasakan perut mual, pusing, dan gangguan pencernaan atau diare.

    Baca juga: 17 Siswa di Pati Alami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Susu MBG, Satgas: Kedaluwarsa 2027

    “Pada pagi harinya, yaitu hari Kamis tanggal 17 September 2026, di sekolah banyak siswa, guru, maupun karyawan yang mengalami hal serupa, sehingga menjadi perbincangan di SMK Negeri 2 Yogyakarta,” ujar Suci.

    Sekolah Sebar Angket

    SMKN 2 Kota Yogyakarta kemudian melakukan investigasi dengan menyebar angket untuk mengetahui seberapa banyak warga sekolah yang mengalami kejadian serupa.

    Hasilnya, diketahui sebanyak 413 orang merasakan mual, pusing, hingga diare.

    “Nah, berdasarkan banyaknya keluhan, pihak sekolah melakukan koordinasi dengan pihak SPPG ya sekitar pukul 08.30 WIB dan memutuskan bersama untuk menahan paket MBG yang belum terdistribusikan pada hari Kamis tanggal 17 September 2026,” jelas dia.

    Baca juga: 127 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pariaman, 2 Dirawat di HCU, Pemkot Talangi Biaya Pengobatan

    Suci menjelaskan, pihak SPPG kembali ke dapur untuk berkoordinasi dan investigasi internal.

    Pada pukul 11.00 WIB, SPPG dan mitra dapur kembali ke sekolah untuk berkoordinasi ulang.

    Berdasarkan beberapa informasi dan investigasi internal, olahan ayam gongso pada MBG tersebut diduga tidak matang sempurna.

    Baca juga: Korban Keracunan MBG Blora Capai 216 Orang, Kepala Dapur SPPG Pasrah Dicopot BGN

    Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah menghentikan sementara penerimaan MBG pada Jumat, (18/9/2026) sampai proses investigasi pihak berwenang selesai.

    “Jadi hari ini sampai nanti setelah investigasi sudah ada kejelasan, untuk sementara kami di pihak sekolah menghentikan penerimaan MBG,” ujar dia.

    Suci juga mengatakan, pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB, berdasarkan informasi dari Puskesmas Gamping, ada murid berobat dengan keluhan sakit perut.

    “Berdasarkan data ditemukan bahwa siswa tidak masuk sekolah karena sakit. Pihak sekolah lalu menjembatani komunikasi antara Puskesmas dan SPPG,” ucap Suci.

    Baca juga: SPPG Cik Ditiro Blitar Dihentikan Sementara Usai 20 Siswa Diduga Keracunan MBG

    Tanggapan KPPG Sleman

    Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan indikasi gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat Program MBG yang dilayani oleh SPPG Sleman Depok Caturtunggal 3.

    Kejadian dilaporkan pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.

    “SPPG tersebut melayani sebanyak 2.010 penerima manfaat. Berdasarkan laporan sejauh ini di lapangan terdapat 1 orang siswa yang melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan dengan bergejala,” katanya.

    Ia menyampaikan, ada beberapa menu yang didistribusikan oleh SPPG tersebut, yakni nasi putih, ayam gongso, tempe crispy, tumis labu siam dan wortel, serta pisang.

    “Sebagai tindak lanjut, KPPG Sleman bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan kondisi penerima manfaat dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Pada Jumat, 18 September 2026, telah dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya.

    Baca juga: Viral Video Dilarang Merekam Korban MBG di IGD, RSUD Pati Minta Maaf

    KPPG Sleman menyampaikan bahwa penyebab kejadian ini belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan.

    Oleh karena itu, data jumlah terdampak masih harus dikonfirmasi lebih lanjut oleh otoritas kesehatan yang berwenang.

    KPPG Sleman memastikan pemantauan terus dilakukan dan akan menindaklanjuti setiap perkembangan berdasarkan data terverifikasi dari pihak sekolah, fasyankes, dan Dinas Kesehatan.

    “Sampai dengan laporan ini disampaikan, tidak terdapat penerima manfaat yang menjalani rawat inap, rawat jalan yang dilaporkan melalui fasilitas kesehatan, maupun observasi. Untuk selanjutnya masih menunggu proses pendalaman oleh otoritas yang berwenang di bidang kesehatan,” kata dia.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS