Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Karhutla Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Spesial

    55 Hari Tanpa Hujan, 1.098,75 Hektare Rinjani Terdampak Karhutla, Ikuti Perkembangannya di TribunX

    11 min read

     

    Aplikasi TribunX

    Kabut asap menyelimuti Babel, sementara jalur pendakian Rinjani ditutup. Simak perkembangan karhutla di berbagai daerah lewat TribunX


    55 Hari Tanpa Hujan, 1.098,75 Hektare Rinjani Terdampak Karhutla, Ikuti Perkembangannya di TribunX

    Sumber: IST/Polres Bangka Barat

    Karhutla Meluas di Bangka Barat dan Masih Terjadi Sejumlah Wilayah Lain

    TRIBUNSHOPPING.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

    Kondisi lahan yang kering membuat risiko kebakaran meningkat, sementara dampaknya bisa meluas dari area yang terbakar hingga ke wilayah lain.

    Di Bangka Barat, sejumlah wilayah bahkan sudah 55 hari tidak diguyur hujan, terutama Kecamatan Mentok, Tempilang, dan Simpang Teritip.

    Baca juga:
    Perkembangan Penanganan Karhutla di Berbagai Wilayah Lewat Link Ini

    Hingga 20 September 2026, BPBD Bangka Barat mencatat 277 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 332,2 hektare. Kecamatan Mentok menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, dengan luas lahan terdampak lebih dari 200 hektare.

    Penanganannya melibatkan BPBD, TNI-Polri, perusahaan, dan pihak lain yang ikut menyediakan sarana pemadaman.

    Asap Karhutla Bisa Menyebar ke Wilayah Lain

    Kondisi karhutla di berbagai daerah juga terlihat dari munculnya kabut asap di Bangka Belitung.

    Namun, BMKG menyebut asap yang menyelimuti wilayah tersebut tidak hanya berasal dari kebakaran setempat, tetapi juga terbawa dari sejumlah wilayah lain, terutama Kalimantan.

    Kabut asap menyelimuti Pangkalpinang, Sungailiat, Belitung, dan Belitung Timur sejak Sabtu (26/9/2026). Di Pulau Belitung, sebaran asap bahkan terpantau cukup pekat berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9.

    2 dari 3 halaman


    Citra satelit pada 27 September juga menunjukkan sebaran asap di sejumlah wilayah, termasuk Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Kalimantan, hingga Papua. Titik panas turut terpantau di Kalimantan, sejumlah wilayah Sumatera, Papua Selatan, dan Indonesia bagian timur.

    Pada pengamatan tersebut, angin dominan bertiup dari Timur hingga Tenggara menuju Barat Laut hingga Utara. Pola angin ini berpotensi membawa asap dari wilayah sumber ke daerah yang berada di jalur pergerakannya.

    Baca juga:
    Informasi Sebaran Titik Karhutla di Berbagai Wilayah Indonesia Lewat Tautan Ini

    BMKG menyebut kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara dan jarak pandang. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat, menggunakan masker bila diperlukan, serta memantau informasi resmi mengenai cuaca dan kualitas udara.

    Perubahan arah angin atau munculnya titik panas baru pun bisa mengubah sebaran asap.

    Aktivitas Wisata Ikut Terdampak

    Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan asap. Ketika kebakaran terjadi di kawasan tertentu, aktivitas masyarakat dan wisata juga bisa ikut berubah.

    Di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), kebakaran yang terjadi sejak 22 September 2026 membuat jalur pendakian Torean dan Senaru ditutup sementara.

    Balai TNGR memastikan api tidak sampai ke Danau Segara Anak dan kondisi pendaki tetap aman. Namun, luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 1.098,75 hektare berdasarkan pemantauan sementara hingga 27 September.

    Angka tersebut masih dapat berubah karena pemetaan dan verifikasi lapangan masih berjalan. Angin kencang, vegetasi yang kering, dan medan pegunungan yang sulit dijangkau juga menjadi tantangan bagi petugas dalam menangani kebakaran.

    3 dari 3 halaman


    Di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, tantangannya berbeda. Karhutla di Singkep Selatan dan Singkep Barat pada Sabtu (26/9/2026) diperkirakan berdampak pada sekitar 25 hektare lahan.

    Petugas menghadapi kendala sumber air yang jauh dari titik kebakaran serta akses menuju sejumlah lokasi yang terbatas. Pemadaman melibatkan Damkar, BPBD, TNI-Polri, Satpol PP, masyarakat, dan perusahaan.

    Perkembangan karhutla bisa berubah, baik soal luas area terdampak, sebaran asap, maupun penanganannya. Karena itu, kabar terbaru tetap perlu diikuti setelah berita pertama muncul.

    Kalau sedang sibuk dan tidak sempat bolak-balik membuka berita, kamu bisa mengikuti perkembangannya lewat TribunX. Berita nasional dan daerah tersedia dalam satu aplikasi, lengkap dengan push notification untuk kabar penting dan breaking news yang langsung muncul di ponsel.

    Kamu juga bisa menyampaikan pendapat dan melihat suara warga lain soal isu publik yang sedang dibahas. Download TribunX untuk mengikuti isu yang ingin kamu pantau.

    (Lilyana/TribunShopping)

    #TribunX #Karhutla #SuaraLokal

    Bagikan Pengalaman Membacamu

    Masukan Anda membantu pembaca lain menemukan produk terbaik

    klik di sini

    Artikel Populer

    Ilustrasi-Menghapus-email-di-Gmail.jpg

    Karhutla-Meluas-di-Bangka-Barat-dan-Masih-Terjadi-Sejumlah-Wilayah-Lain.jpg

    Admin-grup-WhatsApp.jpg

    Admin-grup-WhatsApp.jpg

    Update-Berbagai-Berita-dan-Baca-Artikel-Favoritmu-di-TribunX.jpg

    Artikel Terkini

    Ilustrasi-Air-Cooler5096.jpg

    5-Rekomendasi-Lipstik-Matte-Velvet-untuk-Memberikan-Efek-Blur-di-Bibir.jpg

    Smart-Fan-Recommended670-659.jpg

    Suara-Lokal-Pitching-Competition-2026-Resmi-Dibuka.jpg

    Produk-Lador-Wonder-Bubble-Shampoo.jpg

    Komentar
    Additional JS