Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bisnis Featured Keuangan Obligasi Spesial

    Aksi jual obligasi global bebani pasar saham, IHSG turun 0,06% - IDN Finansial

    2 min read

     


    JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengurangi pelemahan pada sesi pertama, meskipun tetap ditutup turun tipis 0,06% atau 4,17 poin ke 6.595,78 pada perdagangan Rabu (2/9).

    Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp16,82 triliun, turun sekitar 18,7% dari total transaksi Selasa yang mencapai Rp20,7 triliun. Sementara volume saham yang diperdagangkan mencapai 64,3 miliar lembar dan frekuensi transaksi 2,46 juta kali.

    Saham-saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar pun mencatat transaksi terbesar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan transaksi Rp723,12 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp721,08 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp610 miliar.

    Harga saham BBCA pun naik 1,14%, sedangkan BBRI naik 0,30%, dan BMRI naik 0,93%.

    Reasearch Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah, menilai pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen global dan domestik.

    Dari pasar global, perhatian investor tengah tertuju pada pasar obligasi setelah yield US Treasury kembali meningkat ke level tertinggi dalam beberapa tahun, untuk tenor 10 hingga 2 tahun. Peningkatan yield ini dikhawatirkan akan membuat bunga pinjaman pemerintah hingga korporasi ikut meningkat.

    “Ketik yield US Treasury naik, investor bisa mendapat return yang menarik. Jadi pasar saham seharusnya juga bisa memberikan return yang lebih menarik,” jelas Nurwachidah, dalam paparan yang disampaikan menjelang penutupan perdagangan Rabu.

    Sementara dari dalam negeri, Nurwachidah menilai investor juga tengah mencerna sejumlah rilis data ekonomi Indonesia. Mulai dari neraca dagang yang diperkirakan akan kembali mengalami defisit pada bulan berikutnya, serta inflasi yang cukup tinggi di atas 3%.

    “Selain itu beberapa untuk tensi geopolitik juga masih menjadi perhatian investor ke depannya,” imbuhnya.

    Bursa saham di kawasan emerging market Asia Pasifik juga cenderung melemah hingga penutupan perdagangan. KOSPI Korea Selatan merosot hampir 4%, TWSE Taiwan turun 1,67%, dan SET Thailand turun 0,87%. (KR)

    Komentar
    Additional JS