Apa Beda Meteor, Meteoroid, dan Meteorit? Berikut Penjelasannya - Kompas
KOMPAS.com - Beberapa orang masih bingung membedakan apa itu meteor, meteoroid, dan meteorit.
Ketiganya termasuk kategori batu luar angkasa atau benda kecil dalam tata surya yang berasal dari potongan batu, es, dan logam dari sisa-sisa dari pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun yang lalu.
Menurut NASA, setiap hari, sekitar 44.000 kilogram puing purba yang berasal dari pembentukan tata surya bertabrakan dengan atmosfer planet Bumi.
Baca juga: Adakah Kemungkinan Meteor Akan Jatuh Lagi di Indonesia? Ini Kata BRIN
Saat menghantam atmosfer, partikel-partikel tersebut (meteor) terbakar dengan cepat, meninggalkan jejak ekor indah yang dapat dengan mudah dilihat dengan mata telanjang.
Detik-detik Gemuruh dan Manuver Sukhoi hingga Rafale di Langit Mesir
Fenomena tersebut kemudian yang kita kenal dengan sebutan bintang jatuh, atau jika aktivitasnya meningkat, maka dikenal sebagai hujan meteor.
Pada dasarnya meteor, meteoroid, dan meteorit adalah satu objek yang sama. Perbedaan nama tersebut mengacu pada lokasi di mana mereka berada.
Baca juga: 6 Dugaan Kejadian Meteor Jatuh di Indonesia
Berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan ketiganya:
Meteoroid

Lihat Foto
Meteoroid adalah batuan kecil luar angkasa, bisa berupa potongan kecil komet atau asteroid yang melayang melalui ruang antarplanet.
Meteoroid adalah objek di ruang angkasa yang ukurannya bervariasi, mulai dari butiran debu hingga berbentuk asteroid kecil.
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, meteoroid juga sering disebut sebagai "batu luar angkasa".
Ketika meteoroid memasuki atmosfer bumi (atau planet lain, seperti Mars) dengan kecepatan tinggi dan terbakar, bola api atau "bintang jatuh" itu disebut meteor.
Baca juga: Ilmuwan Berhasil Ciptakan Berlian Heksagonal dari Meteorit
Meteor

Lihat Foto
Meteor adalah sebutan untuk meteoroid yang berhasil memasuki atmosfer bumi atau planet lain dengan kecepatan tinggi dan terbakar, fenomena ini juga dikenal sebagai "bintang jatuh".
Umumnya meteor terlihat sebagai seberkas cahaya di langit karena meteoroid jatuh dengan kecepatan tinggi dan bergesekan dengan atmosfer.
Ketika sepotong kecil material komet atau asteroid (meteoroid) memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, ia terbakar habis karena panas gesekan dengan atom dan molekul di atmosfer.
Baca juga: Meteor Melintas di Atas Patung Liberty, Warga Rasakan Getaran Mirip Gempa
Meteorit

Lihat Foto
Sebagian besar meteoroid yang memasuki atmosfer sebagai meteor akan terbakar habis akibat gesekannya dengan atmosfer Bumi.
Namun, dalam beberapa kasus, meteor yang jatuh tidak terbakar habis, dan objek tersebut berhasil mencapai permukaan Bumi.
Bongkahan meteoroid yang selamat dari perjalanannya menembus atmisfer Bumi atau planet lain disebut meteorit.
Meteorit adalah meteoroid yang masuk ke atmosfer Bumi sebagai meteor dan berhasil bertahan dari panas gesekan, akhirnya mendarat di tanah.
Baca juga: Meteorit Berusia Lebih Tua dari Bumi Jatuh di AS, Ini Kata Peneliti
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda BMKG, Badan Geologi, dan PVMBG