AS Tolak Rencana Israel Kosongkan Gaza - Republika
Washington menegaskan warga Gaza akan tinggal untuk membangun Gaza.

EPA/MOHAMMED SABER Sebuah keluarga Palestina berlari keluar rumah menuju jalanan setelah serangan udara Israel di bagian selatan Kota Gaza pada 12 Juli 2026. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 14 warga Palestina terluka dalam serangan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat secara terbuka menolak seruan para pejabat tinggi Israel agar penduduk Palestina dipindahkan dari Gaza. Ini pertunjukkan perbedaan sikap yang jarang terjadi antara kedua negara sekutu tersebut.
Saat dimintai tanggapan mengenai seruan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk mengosongkan Gaza dari penduduk sebagai satu-satunya "solusi" atas krisis tersebut, Departemen Luar Negeri AS menegaskan kembali komitmen Washington terhadap "rencana perdamaian" 20 poin Presiden Donald Trump yang menetapkan "gencatan senjata" tahun lalu.
“Sebagaimana dinyatakan secara eksplisit dalam Poin 12 rencana Presiden: ‘Tidak ada seorangpun yang akan dipaksa meninggalkan Gaza, dan mereka yang ingin pergi bebas untuk melakukannya serta bebas untuk kembali. Kami akan mendorong warga untuk tetap tinggal dan menawarkan kesempatan bagi mereka untuk membangun Gaza yang lebih baik’,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri kepada Aljazirah dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
“Amerika Serikat tidak mendukung rencana atau usulan apapun terkait pemindahan paksa, pengusiran, atau relokasi wajib penduduk Gaza,” kata juru bicara tersebut.
Katz sebelumnya mengatakan bahwa Trump hanya “menangguhkan”—bukan membatalkan—dukungannya terhadap gagasan memindahkan warga Palestina keluar dari wilayah tersebut; sebuah usulan yang menurut para pegiat hak asasi manusia sama saja dengan pembersihan etnis.
“Pada akhirnya, tidak ada solusi nyata bagi Gaza tanpa adanya migrasi ini,” ujar Katz pada hari Rabu. Para pejabat Israel telah menggunakan istilah “migrasi” sebagai eufemisme untuk mengosongkan Gaza dari penduduknya. Katz mengatakan pemerintah Israel siap mengeluarkan warga Palestina dari Gaza “melalui jalur laut, udara, dan cara apa pun untuk mewujudkannya,” seraya menambahkan bahwa gagasan tersebut “terus-menerus dibahas.”
Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir melontarkan pernyataan serupa dengan Katz pada keesokan harinya. "Alih-alih ilusi perdamaian saat ini, kita membutuhkan tindakan emigrasi sekarang," kata Ben-Gvir.
"Daripada [warga Palestina] menggali terowongan, sudah saatnya mereka berkemas."
Negara-negara Arab, termasuk beberapa sekutu dekat AS, secara tegas menolak segala upaya untuk memindahkan warga Palestina dari tanah mereka.
Berita Terkait
Ben Gvir Ungkap Rencana Pembersihan Etnis di Gaza
Internasional - 04 September 2026, 07:13
Israel Minta Tolong Amerika, Usir Warga Palestina dari Jalur Gaza
Nasional News - 03 September 2026, 07:29
Bela Anak Gaza, Aktivis Terbangkan Layangan di Berbagai Negara
Internasional - 01 September 2026, 07:57
Tujuh Warga Palestina Syahid dalam Serangan Israel di Gaza Meski Gencatan Senjata
Internasional - 31 August 2026, 07:31
Haaretz Ungkap Kejahatan Milisi Bersenjata Gaza Dukungan Israel, Pantas Dihukumi Darah Halal
Dunia - 29 August 2026, 06:04