Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kesehatan Rokok Spesial

    Asap Rokok Tingkatkan Risiko Pneumonia pada Perokok dan Keluarga

    3 min read


    asap rokok dan pneumonia waktu tepat berhenti merokok

    Ilustrasi rokok (Antara)

    STARJOGJA.COM, Info –  Paparan asap rokok dapat memicu kolonisasi bakteri patogen di saluran pernapasan dan meningkatkan risiko pneumonia. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam perokok aktif, tetapi juga anggota keluarga yang terpapar asap rokok sebagai perokok pasif.

    Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, Subsp.PTI (K), FINASIM, mengatakan bakteri yang berada di saluran pernapasan atas dapat turun ke paru-paru ketika daya tahan tubuh menurun.

    “Ternyata para perokok itu memiliki kolonisasi bakteri khusus di saluran hidung dan tenggorokan. Ketika sistem imun tubuh menurun, bakteri yang tadinya ada di saluran napas atas dengan mudah turun ke saluran napas bawah dan memicu pneumonia,” kata Joyce dalam diskusi kesehatan oleh Pfizer Indonesia di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

    Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi ialah Streptococcus pneumoniae. Ketika masuk ke paru-paru, bakteri tersebut dapat memicu peradangan pada alveoli yang kemudian menyebabkan penumpukan cairan hingga nanah dan membuat penderita mengalami sesak napas berat.

    Paparan asap rokok dalam jangka panjang juga dapat merusak jaringan paru secara permanen dan meningkatkan risiko berkembangnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Karena itu, Joyce mengingatkan perokok agar tidak merokok di dalam rumah maupun ruangan tertutup.

    “Kalau Anda seorang perokok, tolong jangan merokok di rumah. Kasihan anak dan istri. Mereka yang terpapar asap rokok sebagai perokok pasif saluran napasnya juga menjadi rentan mengalami infeksi,” tegasnya.

    Menurut Joyce, anak-anak, balita, dan lansia termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan dari paparan asap rokok di lingkungan rumah. Ia juga menjelaskan bahwa kuman dan virus pernapasan dapat menyebar melalui udara, sementara asap rokok di ruang tertutup dapat memperburuk pertahanan alami saluran pernapasan.

    Untuk mengurangi risiko infeksi, Joyce menyarankan perokok menghentikan kebiasaan tersebut. Masyarakat juga dianjurkan mencuci tangan sebelum menyentuh anak, menggunakan masker ketika mengalami gejala batuk atau pilek, serta melengkapi vaksinasi bagi anak dan orang dewasa.

    “Menghentikan kebiasaan merokok tentu langkah yang jauh lebih baik. Jika belum bisa, setidaknya jangan pernah memaparkan asapnya kepada orang lain di sekitar kita,” tutur Joyce.

    Sumber : Antara

    Teuku Rifnu Wikana Temui Psikolog untuk Dalami Karakter di Memburu Pemangsa

    Previous article

    Jakarta Film Week 2026 Hadirkan Film dari Berbagai Negara

    Next article

    Komentar
    Additional JS