Banyak ASN di Pemkot Malang Malas Mengisi Persyaratan Manajemen Talenta - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/MANAJEMEN-TALENTA-Kepala-BKPSDM-Kota-Malang-Subkhan-Kamis-1092026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Malang malas mengisi persyaratan manajemen telanta
- Manajemen talenta dibutuhkan untuk mencari ASN yang akan ditempatkan pada jabatan tertentu
- Pemkot Malang telah mengeluarkan surat edaran (SE) agar para ASN yang malas bisa mengisi persyaratan di manajemen talenta
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Subkhan, mengatakan banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Malang malas mengisi persyaratan manajemen telanta.
Padahal, manajemen talenta dibutuhkan untuk mencari ASN yang akan ditempatkan pada jabatan tertentu.
Subkhan mendorong agar para ASN yang memenuhi syarat manajemen talenta tidak malas mengisi persyaratan.
Namun begitu, Subkhan juga tidak ambil pusing terhadap mereka yang membandel.
Para ASN yang malas tersebut tidak layak mengisi manajemen talenta. Sifatnya yang malas akan merugikan masyarakat ketika memiliki jabatan.
Saat ini, ada 89 jabatan yang belum definitif di Pemkot Malang.
Pemkot Malang telah mengeluarkan surat edaran (SE) agar para ASN yang malas bisa mengisi persyaratan di manajemen talenta.
“Kami sudah keluarkan SE yang ditandatangani Wali Kota. Tujuannya, mendorong agar ASN yang malas itu segera memenuhi persyaratan di manajemen talenta," katanya, Kamis (10/9/2026).
Tidak semua daerah mendapatkan persetujuan dari BKN untuk melaksanakan manajemen talenta. Pemkot Malang mendapatkan persetujuan.
Selanjutnya, Pemkot Malang membuat komite yang terdiri atas Sekda, unsur inspektorat, BKPSDM, dan dua lainnya.
Subkhan mengatakan, dua unsur lainnya tidak bisa ditunjukkan ke publik. Dua unsur yang tersisa bisa dari akademisi maupun dari internal pemerintah daerah.
Baca juga: Banyak ASN di Pemkot Malang Tidak Kompeten, Wali Kota Wahyu Hidayat Bingung Tunjuk Pejabat Definitif
“Kalau Pemkot Malang, semuanya internal. Tidak ada dari akademisi, namun kami tidak bisa menyebut dari mana,” ujar Subkhan.
Subkhan menyebut dua unsur yang tersisa memiliki jabatan kepala dinas. Komite akan melakukan penilaian terhadap ASN.
Kemudian, BKPSDM melakukan pendaftaran ke BKN. BKN akan membaca profiling ASN yang didaftarkan oleh BKPSDM.
“Makannya ASN itu mengisi, nah dari sana dipetakan oleh BKN, ini hasil profiling ya seperti ini."
"Kemudian dilengkapi di bidang mutasi. Selanjutnya, dilengkapi lagi oleh BKD,” kata Subkhan.
Setelah selesai dari BKD, nama-nama yang telah lolos dilaporkan ke BKN untuk mendapatkan persetujuan.
Jika ada koreksi dari BKN, maka pemerintah daerah memperbaikinya. Jika tidak ada, tahapan berikutnya adalah pelantikan.
“Kadang-kadang begini, PNS itu untuk mengisi tambahan ini juga ada yang malas. Dia sebenarnya kompetensinya bagus. Dia juga penugasannya banyak, tapi tidak mau mengisi, tidak dilaporkan," kata Subkhan.
“Dia sebenarnya kompetensinya bagus. Sudah ada sertifikat pelatihan, cuma tidak mau input. Sehingga kotaknya turun,” imbuhnya.
Baca juga: Polisi Selidiki Motif Mahasiswa UB Malang yang Nekat Lompat dari Lantai 6 Gedung Fakultas Pertanian
Subkhan mengatakan, keengganan memperbarui data tersebut bukan semata-mata disebabkan sulitnya proses administrasi. Menurutnya, terdapat ASN yang cenderung pasif dalam mengembangkan karirnya.
Padahal, mereka hanya perlu melengkapi data yang menunjukkan kompetensi dan pengalaman yang telah dimiliki.
“Pribadinya. Ada orang itu, bagus tapi dia berkata ‘ah, aku ingin begini saja’. Artinya pasrah," katanya.
Sikap tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi BKPSDM karena manajemen talenta menuntut ASN lebih aktif menunjukkan kapasitas dan rekam jejak profesionalnya. Terlebih, Pemkot Malang sedang melakukan pemetaan ASN untuk kebutuhan pengembangan karier dan pengisian jabatan.
Saat ini, hampir 1.000 PNS telah mengikuti proses profiling. Di Pemkot Malang, ada sekitar 4.000 PNS. Hasil pemetaan tersebut menjadi salah satu komponen untuk menempatkan ASN dalam nine box manajemen talenta.
Namun, hasil profiling bukan satu-satunya penentu posisi seorang ASN. Menurut Subkhan, terdapat sejumlah faktor lain yang diperhitungkan, mulai kompetensi, riwayat pendidikan dan pelatihan, hingga pengalaman penugasan.
Baca juga: Anggrek Dendrobium Jadi Primadona Batu Shining Orchid Week 2026, Laris Manis Meski Harga Naik
Seluruh komponen tersebut akan menjadi tambahan nilai untuk memetakan ASN dalam nine box. Dalam pemetaan tersebut, Subkhan menyebut posisi pada box 7 hingga 9 masuk kategori yang dinilai layak, sedangkan ASN yang masih berada pada box 6 ke bawah membutuhkan peningkatan kompetensi.
Karena itu, Pemkot Malang terus mendorong pengembangan kapasitas ASN melalui berbagai pelatihan.
"Pelatihan, kemudian juga pelatihan fungsional, pelatihan teknis. Di situ harapannya ada capacity building, peningkatan dari kompetensi ASN. Apalagi kita sekarang sudah pakai manajemen talenta," jelasnya.
Selain pelatihan, program beasiswa bagi ASN juga tetap berjalan. Menurut Subkhan, program tersebut merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang telah dilakukan secara rutin.