Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Abu Vulkanik Bandara Soekarno-Hatta Berita BMKG Featured Gunung Meletus Lintas Peristiwa Spesial

    BMKG: Bandara Soekarno-Hatta dan 3 Lainnya Bersih dari Abu Vulkanik - Bisnis com

    6 min read

     


    Sejumlah calon penumpang antre di konter lapor diri di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melakukan penghentian sementara operasional penerbangan, sebagai langkah mitigasi menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. JIBI/Bisnis/Arief Hermawan P

    Bisnis.com, SINGAPURA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hasil pengujian abu vulkanik di empat bandara menunjukkan hasil negatif. Kondisi tersebut membuka peluang bagi otoritas penerbangan untuk mempertimbangkan pembukaan kembali operasional bandara secara terbatas.

    Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, empat bandara yang hasil paper test-nya menunjukkan tidak terdeteksi debu vulkanik adalah Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug.

    "Ada empat bandara yang posisi dari pengamatan paper test itu telah menunjukkan negatif yaitu di Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug," ujar Faisal saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana Alam Gempa NTT, Erupsi Anak Gunung Krakatau, dan Perkembangan Penanganan Karhutla bersama para kepala daerah, Senin (7/9/2026).

    Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Faisal mengatakan, hasil pengujian telah menunjukkan kondisi bersih dari abu vulkanik selama empat kali berturut-turut.

    "Untuk Soekarno-Hatta ini empat kali berturut-turut paper test-nya telah menunjukkan hasil negatif, artinya tidak ada debu vulkanik yang terpantau dari paper test ini," katanya.

    BMKG terus mengomunikasikan hasil pemantauan tersebut dengan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia agar informasi penerbangan terkait sebaran abu vulkanik dapat diperbarui.

    Selanjutnya, keputusan pembukaan kembali bandara berada pada otoritas bandara dan Kementerian Perhubungan. Faisal menyebut, pembukaan dapat dilakukan secara terbatas terhadap bandara yang telah dinyatakan bersih dari abu vulkanik melalui pengujian berulang.

    9 Bandara Ditutup

    Di sisi lain, BMKG mencatat masih terdapat sembilan bandara yang ditutup di Indonesia. Sebanyak delapan bandara berada di sekitar Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, sedangkan satu bandara lainnya ditutup akibat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

    Delapan bandara yang terdampak erupsi Anak Krakatau berada di wilayah sekitar Selat Sunda. Sementara Bandara Wunopito di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, ditutup akibat erupsi Gunung Ili Lewotolok.

    Faisal mengatakan, informasi mengenai status operasional bandara tersebut akan tersedia secara real time melalui sistem informasi yang dikembangkan BMKG.

    Atas arahan sekretaris kabinet dan menteri sekretaris negara, BMKG juga menyiapkan Aviation Weather Station, yakni laman informasi cuaca penerbangan yang diperbarui secara berkala.

    "Jadi website yang secara ter-update terus-menerus karena banyak sekali pertanyaan masyarakat bandara mana yang sedang ditutup sampai kapan, nah ini semua bisa dibuka di dalam website ini," ujar Faisal.

    BMKG Pantau Potensi Tsunami

    Selain penerbangan, BMKG memperkuat pemantauan potensi tsunami di Selat Sunda. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman erupsi Anak Krakatau pada 2018 yang memicu tsunami akibat longsoran tubuh gunung atau flank collapse.

    Faisal mengatakan, BMKG telah memasang 20 tsunami gauge yang tersebar di sekitar Selat Sunda untuk memantau perubahan muka air laut.

    "Ini terus-menerus memantau dan sampai saat ini tidak ada anomali kenaikan muka air laut akibat tsunami yang diakibatkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau," katanya.

    BMKG juga mengoperasikan lebih dari 20 sensor seismograf di sekitar Selat Sunda untuk memantau aktivitas erupsi sekaligus mengantisipasi potensi longsoran tubuh gunung yang dapat memicu tsunami.

    Selain itu, tiga lokasi rekaman medan magnet bumi di Lampung Selatan, Serang, dan Sukabumi digunakan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

    Berdasarkan pemantauan medan magnet dan petir vulkanik sejak erupsi pertama pada 4 September 2026 pukul 23.23 hingga saat ini, amplitudo gangguan geomagnetik dan jumlah sambaran petir vulkanik menunjukkan tingkat erupsi yang lebih rendah dibandingkan dua erupsi pada 4 dan 5 September.

    "Jadi ada proses peluruhan dari erupsi berdasarkan data medan magnet dan juga dari petir vulkanik yang dimiliki BMKG," ujar Faisal.

    BMKG juga telah mengubah pengaturan high frequency radar di kawasan Pantai Carita hingga Tanjung Lesung menjadi mode pemantauan tsunami. Teknologi tersebut diklaim dapat mendeteksi kedatangan tsunami dari jarak sekitar 150 kilometer.

    Untuk keselamatan pelayaran, BMKG berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Pemerintah telah menerbitkan Notice to Mariners yang mengatur larangan aktivitas kapal dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

    Larangan tersebut berlaku selama Badan Geologi menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

    Faisal mengatakan, pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap penerbangan, tetapi juga kondisi perairan di sekitar gunung api tersebut

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

    Komentar
    Additional JS