BREAKING NEWS: Rem Truk Crane Blong Sruduk Motor di Mojosongo Solo, 8 Orang Dilarikan ke RS - Tribunnews
Kecelakaan di Solo
Kecelakaan truk crane menyeruduk sejumlah motor terjadi di Solo. Delapan korban dilarikan ke RS.
Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
SOPIR KABUR. Sebuah truk crane yang mengalami rem blong menyeruduk sejumlah motor di Jalan Sumpah Pemuda, dekat Simpang Kelurahan Mojosongo, Rabu (2/9/2026).
Ringkasan Berita:
- Truk crane diduga mengalami rem blong lalu menyeruduk sejumlah motor di Jalan Sumpah Pemuda, Mojosongo, Solo, Rabu (2/9/2026). Sopir melarikan diri setelah kejadian karena takut diamuk massa.
- Saksi menyebut setidaknya 8 korban dibawa ke RS Moewardi. Salah satu korban mengalami patah tulang akibat terjepit kendaraan.
- Proses evakuasi korban patah tulang membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Saksi membantu sejumlah korban, termasuk ibu dan anak yang terjatuh akibat tabrakan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebuah truk crane yang mengalami rem blong menyeruduk sejumlah motor di Jalan Sumpah Pemuda, dekat Simpang Kelurahan Mojosongo, Rabu (2/9/2026).
Menurut keterangan saksi mata Willy (49), sopir melarikan diri karena takut diamuk massa setelah menyebabkan sejumlah korban luka hingga patah tulang.
“Nggak tahu ke mana. Langsung melarikan diri,” ungkapnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia mulanya mendengar teriakan anak kecil yang menjadi salah satu korban.
Setelah diperiksa, para korban sudah terjatuh setelah truk crane menabrak mereka dari arah utara.
Jalan yang menurun membuat truk crane tak bisa dihentikan.
Baca juga: Awal Mula Dugaan Keracunan di SMAN 6 Solo Terungkap, Banyak Siswa Izin Sakit
“Jam 7-an. Anak kecil nangis saya keluar terus motor sudah tumpang tindih. Anaknya saya tarik. Ibunya jatuh memeluk anaknya. Anak sudah lecet kena aspal. Ibunya untung enggak apa-apa bisa nggendong anaknya. Saya kasih air putih,” jelasnya.
Lalu ada pula korban lain yang menangis sembari bersyukur masih selamat.
Willy sempat menenangkan korban tersebut dan meminjamkan akses internet agar bisa mengabari orang terdekat.
“Ada mbaknya yang berdarah luka. Ternyata dia mau berangkat kerja. Masih selamat. Nangis, Nduk. Nangis. Rumahnya Tawangsari. Nyantel wifinya ibunya,” terangnya.
8 Korban ke RS Moewardi
Menurutnya, setidaknya ada delapan korban yang dibawa ke RS Moewardi.
Salah satu di antaranya menderita patah tulang.
“Lecet-lecet. Korbannya 8 yang masuk RS. Yang parah warga Pelangi Timur sama yang bawa 2 cucu. Motor semua,” jelasnya.
Korban yang mengalami patah tulang tersebut sempat cukup lama dievakuasi. Setidaknya membutuhkan waktu setengah jam hingga akhirnya korban bisa diselamatkan.
“Remnya blong dari belakang posisi pagi kendaraan banyak. Mobil yang ketekek itu kakinya patah dua-duanya. Itu warga Pelangi Timur. Dari sana disruduk dari belakang. Itu yang nolong lama setengah jam ada. Soalnya kakinya kegencet itu diangkat orang banyak bapaknya ditarik. Cucunya sempat lompat alhamdulillah,” ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Rem-blong-crane-tabrak-motor.jpg)