Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gambut Karhutla Mangrove Prabowo Subianto Spesial

    Cegah Karhutla, Prabowo Bentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional - detik

    1 min read

     

    Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
    Kamis, 24 Sep 2026 19:24 WIB
    Menhut Raja Juli Antoni usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
    Foto: Eva Safitri/detikcom
    Jakarta -

    Presiden Prabowo Subianto membentuk badan baru untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berulang ke depannya. Badan itu bernama Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional atau BPGMN yang langsung bertanggung jawab kepada presiden.

    "Pak Presiden sudah mengambil keputusan akan mendirikan satu badan yang disebut Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional atau BPGMN," kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni seusai ratas bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

    Baca juga:

    Raja Juli menerangkan badan itu untuk mencegah karhutla terjadi berulang ke depannya. Menurutnya, tindakan mitigasi penting ketimbang menangani saat kebakaran lahan telah terjadi.

    "Tujuannya adalah melakukan pencegahan karena semua sadar karena pencegahan jauh lebih efisien ketimbang tindakan-tindakan yang bersifat reaksioner," ujarnya.

    Raja Juli menekankan BPGMN berbeda dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang sebelumnya berada di Kemenhut. Saat ini, BPGMN langsung di bawah presiden.

    "Nanti lembaga ini berbeda dengan BRGM sebelumnya yang berada di bawah Kemenhut sebelum dibubarkan, DIPA-nya di bawah Kemenhut, penyusunan RPSK-nya di bawah Kemenhut. Tadi Pak Presiden mengatakan badan ini akan langsung di bawah Pak Presiden," katanya.

    Selain itu, Raja Juli menerangkan badan baru ini juga akan diisi oleh para ilmuwan dan profesional. Badan itu akan memprioritaskan enam provinsi dengan kebakaran berbasis gambut, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

    Baca juga:
    Komentar
    Additional JS