Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Emil Dardak Featured Pelabuhan Ketapang Spesial

    Emil Dardak Ungkap Penyebab Kemacetan Pelabuhan Ketapang, Soroti Pengendara Lawan Arah - Kompas

    4 min read


    SURABAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkap kemacetan panjang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, salah satunya dipicu oleh kebijakan dari KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).

    Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali mengalami kemacetan hingga sepanjang 17 kilometer usai sempat lengang. Kepadatan ini masih terjadi hingga Senin (28/9/2026).

    Emil mengatakan, kemacetan tersebut bukan dipicu oleh ketersediaan kapal maupun cuaca.

    “Saat kami meninjau ke sana, saya tanya, kapal sudah tersedia belum? Sudah. Tinggal risiko pasang surut, nah dari Tanjung Wangi ke Lembar dari dua kapal jadi empat, plus satu kapal fortlink sudah tersedia, Ketapang juga. Dua faktor yang ditakutkan itu tidak terjadi,” kata Emil, Senin.

    Viral Penumpang Tuding Sopir TJ Ugal-ugalan, CCTV Ungkap Ada Motor Potong Jalur

    Namun, kemacetan disebabkan buntut protes dari sopir-sopir kendaraan logistik terkait kebijakan yang dikeluarkan oleh KSOP Kementerian Perhubungan terkait pembatasan muatan demi keselamatan penyeberangan.

    Baca juga: Ketapang Macet Lagi, Gapasdap Desak Operasional Pelabuhan Dievaluasi

    “Ternyata blokade tidak semata-mata karena antrean, tetapi kebijakan berkaitan dengan batasan jumlah truk yang bisa dinaikkan ke dalam kapal. Ini pertimbangan teknis dari KSOP dengan asosiasi. Karena menghubungkan antarpulau, secara kewenangan tidak melekat pada provinsi,” jelasnya.

    Sebelumnya, Asosiasi Seluruh Sopir Pengguna Jasa Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bersama stakeholders terkait menyepakati tujuh poin kelancaran operasional penyeberangan.

    Salah satu poinnya, mengatur pembagian muatan kendaraan di atas 30 ton diarahkan menggunakan kapal LCM dengan jumlah minimal lima unit per kapal.

    Sementara kendaraan muatan di bawah 30 ton diarahkan ke kapal MB yakni MB1, MB2, MB3 dan MB4. Lalu waktu sandar, muat dan keberangkatan ditargetkan berlangsung selama 15 menit.

    “Jadi itu sebenarnya cuma proses komunikasi, sopir truk merasa resah dengan kebijakan baru. KSOP tidak boleh sembarang menentukan kebijakan, mereka diikat teknis ingin menghindari kecelakaan kapal laut,” jelasnya.

    Baca juga: 6 Jam Lumpuh, Pelabuhan Ketapang Dibuka Usai 7 Tuntutan Sopir Disepakati

    Kemacetan Pelabuhan Ketapang Bikin Efek Domino

    Aksi blokade yang berlangsung selama enam jam pada Sabtu (26/9/2026) memicu penumpukan kendaraan hingga menimbulkan efek domino.

    Kemacetan ini tidak bisa diurai secara cepat.

    “Sudah ada solusinya tapi karena terjadi blokade lebih dari enam jam, mengurai efeknya sampai kemarin, bahkan hari ini,” jelasnya.

    Kepada awak media, Emil menunjukkan pantauan kamera CCTV pada Minggu malam di pintu Dermaga 4 cukup lengang.

    Baca juga: Saat 500 Ayah Ambil Alih Dapur, Menyiapkan Sarapan untuk Para Ibu di Bandung

    Tetapi perilaku pengguna jalan yang nekat menyerobot jalur membuat semakin ruwet.

    “Harusnya kalau begini antrean tidak sampai 13 kilometer kan, karena banyak yang ngeblong (mengambil jalur lawan arah), jadi ruwet di sana,” pungkasnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    [FULL] Momen Komisi V "Semprot" Dirjen Hubla Imbas Marak Kecelakaan Kapal

    Komentar
    Additional JS