Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arena Berita Featured Kesehatan Lifestyle Spesial Tips & Tricks

    Gaduh Dokter Jantung Dikoreksi soal Heart Rate, Berapa Batas Amannya Saat Olahraga? - detik

    2 min read


    Jakarta -

    Pembahasan mengenai heart rate (HR) atau denyut jantung saat olahraga sempat menjadi perhatian setelah seorang dokter jantung mendapat koreksi di media sosial terkait batas denyut jantung yang dianggap aman.

    Sebagai informasi, di Threads ada seorang dokter jantung yang mengimbau kepada para pelari yang notabene melakukan 'easy run' agar bisa menjaga HR mereka semestinya di bawah 80 persen dari angka maksimal.

    Namun, alih-alih mendapatkan respons positif, dokter tersebut justru 'dikoreksi' oleh seorang netizen terkait heart rate tersebut.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Ya pikir pake logika aja Bro. Max HR 200.kalo 50℅ nya aja berarti 100? Siapa zone 2 di HR segitu? Atlet? Aneh itungan lu Bro. Kalo namanya easy, selama yg ngejalanin nya merasa easy. Sah2 aja," tulis akun @tiger*** dikutip Senin (28/9/2026).

    Berapa Batas Maksimal HR?

    Ditanya mengenai hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular, dr. Rachmat Hamonangan, Sp.PD-KKV, FINASIM,FACP,FICA dari RS St. Carolus Jakarta mengatakan rumus mengihitung HR maksimal atau 100 persen adalah 220 dikurangi dengan umur.

    "Tapi untuk mencapi 100 persen (saat olahraga), orang ini harus cukup dulu terlatih. Kalau kita yang masih awal-awal beginner, ya 50 sampai 70 persen lah," kata dr Rachmat kepada detikcom usai acara detikSore, Jumat (25/9/2026).

    Namun yang masih jarang diketahui adalah, angka 50 hingga 70 persen ini, lanjut dr Rachmat, bisa berbeda hitungannya bagi mereka yang benar-benar pemula dalam olahraga.

    "Misalnya nadi maksimal dia, orang 40 tahun ya, itu kan 220 dikurangi 40 jadinya 180 (maksimal HR). Nanti dikurangi lagi deh, misalnya nadi istirahat dia berapa? Misalnya nadi istirahat 70, berarti kan 110 (180-70 nadi istirahat)," katanya.

    "Misalnya dia masih baru (pemula) berarti kan 50 persen dari 110 itu, ditambah 70. Itu 50 persen untuk mereka yang masih moderate exercise," sambungnya.

    Untuk mereka yang level olahraganya termasuk tinggi dan terstruktur, dr Rachmat mengatakan bahwa bisa menggunakan rumus 220 dikurangi umur.

    "Kalau memang kita sudah terbiasa, kita biasa latihan apalagi dengan monitoring personal trainer silakan. Para atlet malah bisa lebih dari itu (HR maksimal)," katanya.

    "(Kalau orang biasa) pasti nggak akan sanggup malah membahayakan. Kalau orang yang baru mulai, ya mulai dari moderate tadi atau mild to moderate lah, kenaikannya sekitar 50-70 persen dari nadi istirahat," tutupnya.

    (dpy/kna)

    Komentar
    Additional JS