Harga saham emiten Haji Isam melonjak 75%, disuspensi usai 6 kali ARA - IDN Finansial

JAKARTA - Emiten milik Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), melonjak 75% dalam delapan hari perdagangan hingga 31 Agustus 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PACK mulai sesi I, Selasa (1/9).
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham PACK meroket dari Rp320 pada 20 Agustus menjadi Rp560 per saham pada 31 Agustus 2026. Kenaikan tersebut terjadi setelah saham PACK mencatat auto rejection atas (ARA) selama enam hari perdagangan berturut-turut.
Rinciannya, saham PACK naik 10% menjadi Rp352 pada 20 Agustus, kemudian menguat 9,66% ke Rp386 pada 21 Agustus. Pada 24 Agustus, saham kembali naik 9,84% menjadi Rp424.
Kenaikan berlanjut pada 26 Agustus sebesar 9,91% menjadi Rp466, lalu 9,44% ke Rp510 pada 28 Agustus. Pada perdagangan 31 Agustus, saham PACK kembali menguat 9,80% ke Rp560.
BEI sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham PACK pada 27 Agustus 2026. Bursa kemudian kembali membuka perdagangan saham tersebut pada 28 Agustus, sebelum kembali melakukan suspensi pada 1 September.
Dalam pengumumannya, BEI menyatakan penghentian sementara dilakukan karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PACK dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
BEI juga mengimbau investor untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.
Per Rabu (2/9), saham PACK masih mengalami suspensi, yang berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai hingga pengumuman lebih lanjut dari BEI.
Sebagai catatan, Haji Isam mencatat kepemilikan langsung hingga 21,11% atas saham PACK per akhir Juli 2026. Namun, PT Eco Energi Perkasa masih menguasai 40,56% saham PACK. (DH/ZH)