Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hasyim Djojohadikusumo Spesial

    Hashim Lewat Arsari Group, Pemilik Blok Migas Terbesar Dunia Natuna D-Alpha - Polindo

    2 min read

     

    Pengusaha Hashim Djojohadikusumo. /Dok/Polindo

    Article Header Image Perusahaan milik pengusaha Hashim Djojohadikusumo, Arsari Group melalui anak usahanya, PT Nations Petroleum, memenangkan lelang penawaran langsung Wilayah Kerja (WK) Natuna D-Alpha  dengan komitmen pasti 3 tahun pertama.

    Jumlah komitmen kontrak mencapai 103,3 juta Dolar AS atau sekitar Rp1,82 triliun.

    Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026 tentang hasil lelang penawaran langsung Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026.PT Nations Petroleum memberikan bonus tanda tangan sebesar 200.000 Dolar AS (sekitar Rp3,53 miliar). 

    Sementara komitmen pasti 3 tahun pertama mencakup berbagai kegiatan studi, eksplorasi, pembangunan, hingga pengujian dan pemantauan. Komitmen tersebut terdiri dari 2 Paket G&G Study, akuisisi dan processing data seismik 3D seluas 591 km2, satu Pilot Unit Design and Engineering, serta tiga Paket CO2 Integrated Study.

    Juga terdapat satu Manufacturing, Procurement and Construction, dua Paket EPC Design Cost, satu sumur appraisal, satu sumur eksplorasi, serta satu Paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring.

    Natuna D-Alpha merupakan salah satu wilayah kerja migas yang ditawarkan Kementerian ESDM dalam Lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026.

    Wilayah kerja tersebut berada di lepas pantai Natuna Timur dengan luas 10.291,03 kilometer persegi. Natuna D-Alpha sebelumnya merupakan bagian dari Blok East Natuna yang hingga kini belum juga dikembangkan.

    Pengembangan blok tersebut menghadapi tantangan besar karena kandungan CO2 di dalam gas mencapai lebih dari 70%. 

    Adapun berdasarkan hitungan Kementerian ESDM, potensi gas East Natuna mencapai 222 TCF, dengan gas yang diperkirakan dapat dieksploitasi sekitar 46 TCF.

    Potensi gas di blok itu ditemukan sejak 1973 dan sebelumnya sempat mengalami ketidakjelasan pengembangan setelah ExxonMobil meninggalkan proyek tersebut dan Pertamina mengembalikannya kepada pemerintah.

    Dengan penetapan PT Nations Petroleum sebagai pemenang lelang maka pemerintah menetapkan kembali pengelolaan Natuna D-Alpha melalui mekanisme penawaran langsung.

    Komitmen pasti yang diberikan pemenang lelang mencakup kegiatan eksplorasi dan persiapan pengembangan yang berkaitan dengan karakteristik gas Natuna D-Alpha. Termasuk studi terintegrasi CO2 serta kegiatan engineering dan appraisal.[]

    Komentar
    Additional JS