Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured ISPA Kesehatan Pneumonia SPESIAL

    Jangan Sepelekan Batuk Pilek, Imunitas Turun Akibat ISPA Bisa Picu Pneumonia - detik

    3 min read

     

    Jakarta -

    Penyakit pernapasan menjadi ancaman tersendiri di tengah musim kemarau dan penurunan kualitas udara belakangan ini. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Agustus 2026, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami lonjakan signifikan hingga melampaui 400 ribu kasus hanya dalam kurun waktu satu minggu.

    Banyak orang menganggap batuk dan pilek akibat ISPA atau flu biasa sebagai keluhan ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Padahal, infeksi saluran pernapasan yang tidak tertangani dengan baik berpotensi menjadi pintu masuk bagi kondisi yang jauh lebih berbahaya, yaitu pneumonia bakteri (pneumokokus).

    Bagaimana ISPA Berkembang Jadi Pneumonia?

    Dokter keluarga sekaligus vaksinator, dr Kristian Tjandra menjelaskan, infeksi saluran pernapasan yang tidak ditangani dengan tuntas, akan membuka kemungkinan risiko penyakit pneumonia bakteri.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Secara medis, ISPA umumnya diawali oleh serangan virus pada saluran pernapasan bagian atas. Ketika virus berakumulasi dan menginfeksi tubuh, sistem kekebalan tubuh akan mengalami penurunan dan barier saluran pernapasan menjadi lemah.

    Kondisi imunitas yang tertekan ini membuka celah bagi bakteri patogen, seperti Streptococcus pneumoniae sebagai penyebab pneumonia pneumokokus untuk masuk sebagai infeksi sekunder (second gate).

    "Virus itu gampang banget masuk ke dalam badan kita. Jadi tahan tubuh turun kan. Bakteri dengan sangat mudahnya masuk sebagai second gate-nya," ujarnya kepada detikcom saat ditemui di sela Media Roundtable Pneumonia Pneumokokus di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).

    Media Roundtable Pneumonia PneumokokusMedia Roundtable Pneumonia Pneumokokus Foto: Aura/detikHealth

    Bakteri yang berhasil menembus benteng pertahanan tubuh ini kemudian turun ke saluran pernapasan bagian bawah dan menginfeksi kantong-kantong udara paru-paru (alveoli).

    Di dalam alveoli, bakteri memicu peradangan hebat yang menyebabkan kantong udara terisi oleh cairan atau nanah, sehingga fungsi pertukaran oksigen terganggu dan memicu gejala berat seperti sesak napas.

    Guna mencegah perburukan infeksi dari sekadar batuk pilek biasa menjadi pneumonia yang mengancam jiwa, ia mengimbau, untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi dengan tenaga medis.

    Ia juga menekankan pentingnya memeriksakan kondisi tubuh secara menyeluruh sebelum penyakit berkembang lebih parah.

    "Pemeriksaan kesehatan rutin adalah kesempatan untuk melihat kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh, termasuk penyakit yang sudah ada, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pemeriksaan lainnya yang mungkin diperlukan oleh dokter Anda," ujarnya.

    "Ini juga saat yang tepat untuk menyampaikan perubahan yang dirasakan, meskipun tampaknya tidak berhubungan dengan pernapasan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan Anda saat ini, Anda membantu dokter memberi saran yang tepat, bukan berdasarkan kondisi tubuh pada hari tertentu saja," lanjutnya.

    (aur/up)

    Komentar
    Additional JS