Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Jasad Surakhman Kru Kapal 5 Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano, Sempat Dimakamkan Warga - Tribunnews

    6 min read

     

    Tribun Banten A-A+ KORBAN HILANG-Foto Suratman, anak buah kapal (ABK) yang hilang bersama rombongan jurnalis di Selat Sunda, dihadirkan saat jumpa pers di Polda Banten, Rabu (23/9/2026). 

    Jasad Surakhman Kru Kapal 5 Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano, Sempat Dimakamkan Warga

    TRIBUNJATENG.COM, SERANG - Polda Banten mengumumkan identitas jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada Sabtu (12/9/2026).

    Jasad pria tersebut awalnya sudah dimakamkan warga setelah ditemukan.

    Dari hasil tes DNA, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Surakhman, kru kapal Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    Proses identifikasi melalui tes DNA dilakukan lantaran kondisi jasad yang membusuk dan sulit dikenali.

    Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, Rabu (23/9/2026) menjelaskan, jasad korban ditemukan warga Pulau Enggano pada Sabtu (12/9/2026). 

    Baca juga: Cara Mudah Cek Desil Berapa Anda Lewat HP, Ikuti Langkah Ini

    Sementara rombongan jurnalis yang berangkat untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, dikabarkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026).

    Kata Maruli, saat itu masyarakat Pulau Enggano melihat ada sosok mayat laki-laki di pantai.

    Setelah didekati, terlihat muka korban hancur, pakai celana pendek, dada dan lutut menghitam.

    Masyarakat Enggano kemudian mengumumkan penemuan mayat itu. 

    Saat itu tidak ada masyarakat yang mengaku kehilangan anggota keluarga.

    Karena kondisi jasad yang sudah bau, masyarakat kemudian memakamkannya pada malam itu juga.

    Esok harinya, Kapolda Banten Irjen Hengki berkomunikasi dengan Kapolda Bengkulu, menyampaikan bahwa timnya sedang mencari rombongan jurnalis yang hilang.

    "Makanya setelah itu dicek, di-autopsi. Saat ini jenazah masih di Polda Bengkulu," kata Maruli.

    Siang ini Polda Banten menggelar jumpa pers mengenai hasil penemuan mayat di Pulau Enggano.

    Berdasarkan pantauan wartawan TribunBanten.com, barang bukti yang tampilkan berupa lembaran kertas foto Surakman serta peta jarak dari Gunung Anak Krakatau hingga Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara sepanjang 347,27 KM.

    Sejumlah keluarga korban juga tampak hadir di Polda Banten untuk mengikuti kabar terbaru ini.

    Profil Pulau Enggano

    Pulau Enggano terletak di Samudra Hindia, sebelah barat daya dari Pulau Sumatra, dan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

    Salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia, Pulau Enggano merupakan bagian dari Kecamatan Enggano.

    Dikutip dari Wikipedia, Pulau Enggano berada di sebelah barat daya dari Kota Bengkulu dengan koordinat 05° 23' 21" LS, 102° 24' 40" BT.

    Kawasan Enggano memiliki beberapa pulau-pulau kecil, yaitu Pulau Dua, Merbau, Bangkai yang terletak di sebelah barat Pulau Enggano, dan Pulau Satu yang berada di sebelah selatan Pulau Enggano.

    Dikutip dari setkab.go.id, Pulau Enggano berjarak sekitar 175 km dari Kota Bengkulu, 123 km dari Kota Manna, 133 km dari Kota Bintuhan, dan 513 km dari Ibukota Jakarta.

    Berdasarkan pengukuran jarak melalui Google Earth, Pulau Enggano berjarak sekitar 360 kilometer dari Gunung Anak Krakatau yang berada di bagian selatan perairan Selat Sunda.

    Meskipun masuk dalam pulau terluar Indonesia, Enggano merupakan pulau berpenduduk.

    Sebagian besar penduduknya merupakan petani dan nelayan, saat kondisi perairan tenang penduduk melaut, namun sebaliknya saat gelombang tinggi penduduk bercocok tanam mengolah sawah, berkebun dengan komoditas seperti kelapa, melinjo, cengkih, coklat dan pisang, serta berternak kerbau sapi, ayam, dan kambing.

    Di Pulau Enggano mengalir beberapa sungai besar dan kecil seperti Sungai Air Kinono, Air Kianopo, dan Air Kuala Kikin.

    Keberadaan sungai-sungai itulah yang mempengaruhi keanekaragaman hayati di Pulau Enggano, dalam beberapa tahun terakhir banyak peneliti yang menemukan keunikan keanekaragaman hayati Pulau Enggano yang berbeda dengan yang berada di Pulau Bengkulu.

    Selain itu, potensi perikanan tangkap di Pulau Enggano cukup besar, jenis-jenis ikan kualitas ekspor seperti ikan tuna, kerapu, tenggiri, tongkol, kakap, dan gebur banyak tertangkap di Enggano. (Tribun Banten)

    Komentar
    Additional JS