Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Ilmu Pengetahuan Kepiting Tapal Kuda Laba-laba Spesial

    Kepiting Tapal Kuda ternyata Kerabat Dekat Laba-laba - RRI

    3 min read

     


    Kepiting Tapal Kuda ternyata Kerabat Dekat Laba-laba
    kepiting tapal kuda (foto : pinterest.com)

    RRI.CO.ID, Pekanbaru - Namanya memang kepiting tapal kuda, tetapi hewan laut purba ini ternyata bukan kepiting dan justru memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan laba-laba dan kalajengking. Kesimpulan tersebut diperoleh para ilmuwan melalui penelitian terhadap materi genetik kepiting tapal kuda dan berbagai kelompok arachnida.

    Dikutip dari laman www.nationalgeographic.com, penelitian yang dipimpin Jesús Ballesteros dari University of Wisconsin-Madison tersebut menganalisis data genetik dari puluhan spesies untuk menyusun pohon kekerabatan evolusioner. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Systematic Biology pada 2019 menunjukkan bahwa kepiting tapal kuda secara konsisten ditempatkan di dalam kelompok arachnida dalam sebagian besar analisis.

    Kepiting tapal kuda dan arachnida sama-sama termasuk dalam kelompok besar bernama Chelicerata. Hewan ini juga sudah memiliki sejarah evolusi yang sangat panjang. Fosil kepiting tapal kuda diketahui muncul sekitar 450 juta tahun lalu, sementara hingga kini hanya terdapat empat spesies yang masih hidup.

    Sebelumnya, para ilmuwan lebih sering menggambarkan kepiting tapal kuda sebagai kelompok yang berkerabat dekat dengan arachnida, tetapi berada di luar kelompok tersebut. Penelitian berbasis data genetik kemudian memberikan gambaran berbeda. Dalam studi Ballesteros dan timnya, sekitar dua pertiga pohon genetik yang dianalisis menempatkan Xiphosura, kelompok yang mencakup kepiting tapal kuda, di dalam garis keturunan arachnida.

    Meski demikian, hasil penelitian tersebut belum sepenuhnya menutup perdebatan mengenai posisi kepiting tapal kuda dalam pohon kehidupan. Sekitar sepertiga data genetik yang dianalisis masih menempatkannya di luar kelompok arachnida. Peneliti lain, Rosa Fernández dari Centre for Genomic Regulation di Barcelona, juga menyebut masih ada kemungkinan metode analisis berbeda menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

    Jika kepiting tapal kuda memang merupakan bagian dari garis keturunan arachnida, temuan tersebut menimbulkan pertanyaan baru mengenai perjalanan evolusinya. Salah satunya adalah bagaimana nenek moyang kepiting tapal kuda bisa memiliki garis keturunan yang kemudian beradaptasi dengan kehidupan di laut, sementara kelompok arachnida lainnya berkembang di daratan.

    Terlepas dari perdebatan tersebut, kepiting tapal kuda tetap menjadi salah satu hewan dengan sejarah evolusi paling menarik. Hewan yang telah bertahan selama ratusan juta tahun ini menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan dalam pohon kehidupan tidak selalu dapat dilihat hanya dari bentuk tubuh. Penelitian genetika membantu para ilmuwan memahami kembali bagaimana berbagai makhluk hidup saling berhubungan sepanjang sejarah evolusi.

    Rekomendasi Berita

    Tidak ada rekomendasi berita

    Komentar
    Additional JS