Kepsek SMPN 18 Malang Viral Diduga Tempeleng Siswa karena Seragam, Orang Tua Tempuh Jalur Hukum - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kepsek-SMPN-18-Malang-Viral-Diduga-Tempeleng-Siswa-karena-Seragam-Orang-Tua-Tempuh-Jalur-Hukum.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mediasi yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Pj Sekda Kota Malang langsung digelar di sekolah.
- Video dugaan penganiayaan mendadak viral di media sosial.
- Orang tua korban mengaku baru mengetahui insiden penempelengan dan penjambakan terhadap anaknya setelah melihat rekaman video.
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Dugaan kekerasan terhadap seorang siswa di SMP Negeri 18 Kota Malang oleh Kepala Sekolah (Kepsek) mendadak viral di media sosial pada Jumat (25/9/2026).
Kasus ini pun mencuat, setelah wali murid bersama siswa mendatangi sekolah pada Jumat pagi untuk melakukan mediasi.
Mediasi tersebut bahkan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana bersama Pj Sekretaris Daerah Kota Malang, Dandung Julharjanto.
Dari informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, ada beberapa siswa yang mendapatkan dugaan kekerasan salah satunya berinisial W.
Orang tua W bernama Ruli mengaku baru mengetahui kejadian yang menimpa anaknya setelah video yang memperlihatkan insiden tersebut beredar.
Kronologi Dugaan Kekerasan
Menurut Ruli, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB pada Kamis (24/9/2026).
Saat itu anaknya yang kini duduk di bangku kelas 8 SMPN 18 Kota Malang, datang ke sekolah tanpa mengenakan baju lurik karena seragam tersebut sedang diperbaiki akibat sobek.
"Kan masih dijahit karena sobek. Terus anak saya ditempeleng tiga kali, dicubit di bagian perut satu kali, sama dijambak," kata Ruli.
Akibat perlakuan tersebut, W disebut sempat mengalami pusing.
Baca juga: Kabar Duka Penumpang KMP Virgo Transport: Kernet Asal Puncu Kediri Dikonfirmasi Meninggal Dunia
Ruli menilai pukulan yang diterima anaknya cukup keras.
Meski demikian, korban masih berkeinginan untuk tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya.
Hanya saja, Ruli mengaku khawatir anaknya mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
"Masih mau sekolah lagi. Cuma saya takut kalau nanti trauma," kata Ruli.
Siswa Takut Lapor Orang Tua
Dalam kasus tersebut, korban tidak langsung menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tua.
Saat ditanya alasan tidak bercerita sejak awal, anaknya mengaku takut.
"Saya tahunya pas lihat video itu. Anak saya enggak ngomong. Setelah saya tanya, dia bilang takut, takut diintimidasi," ungkap Ruli.
Selain dugaan kekerasan fisik, Ruli juga mengungkapkan adanya ucapan bernada merendahkan yang dilontarkan kepada anaknya saat kejadian.
Baca juga: Hampir 12 Jam Geledah Kantor Kanwil BPN Jatim, KPK Sita Koper dan Kardus Usut Kasus Korupsi Lampri
"Ada perkataan, 'Ayahmu enggak punya uang tah?' begitu," jelas Ruli.
Atas kejadian ini, Ruli berencana menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polresta Malang Kota.
"Kayaknya mau lapor hari ini," tandasnya.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com