Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Jantung Kasus Kesehatan Lintas Peristiwa Spesial

    Kronologi Kawat Tertinggal di Jantung Pasien - Merdeka

    2 min read

     

    Kawat tertinggal di jantung pasien

    Kasus dugaan malapraktik di RSUD AWS Samarinda: kawat tertinggal di jantung pasien 63 tahun usai katerisasi. Keluarga menuntut tanggung jawab. Ini penjelasannya.

    Kasus dugaan malapraktik dalam tindakan katerisasi jantung di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda, Kalimantan Timur, mencuat setelah keluarga pasien mengungkap temuan kawat sepanjang dua sentimeter yang diduga tertinggal di pembuluh darah jantung Edyanto Wong (63). Kawat tertinggal di jantung itu teridentifikasi setelah pasien menjalani perawatan lanjutan di Singapura.

    Kasus ini disebut melibatkan seorang dokter spesialis jantung berinisial MF. Keluarga pasien yang rutin menjalani cuci darah tersebut mendatangi RSUD untuk mempertanyakan kelanjutan tuntutan dan meminta pertanggungjawaban atas kondisi orang tua mereka.

    Tuntutan bermula dari tindakan katerisasi jantung termasuk pemasangan ring pada 19 Februari 2026 di RSUD AWS Samarinda. Namun, kondisi pasien tidak kunjung membaik. Atas saran dokter, keluarga kemudian membawa pasien ke Singapura untuk penanganan lanjutan.

    Di Singapura, pasien menjalani katerisasi ulang dalam kondisi darurat. Pihak keluarga mendapat informasi adanya benda asing berupa guidewire (kawat pemandu) yang putus dan tertinggal di jantung.

    "Kepala RS Singapura menyatakan guidewire atau kawat yang putus tersebut yang tertinggal tersebut diakibatkan oleh tindakan sebelumnya yang dilakukan oleh dokter MF di RSUD AWS pada 19 Februari 2026," kata Kuasa hukum pasien Andi Akbar dikutip Liputan6 SCTV, Rabu (30/9/2026).

    Guidewire atau kawat yang putus dan tertinggal tersebut dinyatakan tidak dapat diambil kembali dan permanen tertanam di dalam jantung.

    Pihak keluarga menuntut RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. "Kita harapkan hanya tanggung jawab dari pihak rumah sakit dan dokter untuk kami sebagai warga ini adalah itikad baiknya. Ada bukti tanggung jawabnya atas semua yang terjadi," kata anak pasien, Desi.

    Sejauh ini belum ada keterangan dari pihak RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda.

    Komentar
    Additional JS