Lahan 10 Hektare di Mojopurno Madiun Terbakar, Api Nyaris Merambat ke Permukiman – Sinergia
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 84
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 10 hektare di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun Minggu (13/9/2026) siang. Api sempat membuat warga panik lantaran lokasi kebakaran berada di dekat sejumlah bangunan milik penduduk.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun langsung diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke permukiman warga.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, mengatakan kebakaran terjadi di dua jenis lahan. Bagian timur merupakan lahan bekas tanaman padi, sedangkan di sisi barat terdapat kebun jati.
“Di antara kedua lahan ini juga ada banyak bangunan masyarakat. Sehingga kami melakukan penanganan karena dikhawatirkan api mengenai permukiman warga,” kata Imam.
Menurut dia, hingga Minggu siang proses pemadaman telah mencapai sekitar 95 persen. Petugas masih melakukan pendinginan dan memastikan titik api yang berada di dekat permukiman benar-benar padam.
“Ini sudah dilakukan pemadaman 95 persen. Masih ada api yang sedikit di dekat perumahan, insyaallah sebentar lagi selesai,” ujarnya.
Sebanyak tiga unit mobil Damkar dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut bersama personel BPBD Kabupaten Madiun.
Imam menyebut angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang membuat api berpotensi cepat menjalar. Terlebih, kondisi wilayah masih memasuki musim kemarau sehingga vegetasi dan lahan dalam kondisi relatif kering.
“Kami mengharapkan warga saling menjaga agar tidak terjadi kebakaran. Kalau membakar sesuatu, tolong ditunggu dan jangan membakar sampah sembarangan. Musim kemarau membuat api cepat merambat, ditambah angin yang cukup kencang,” jelasnya.
Masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama pembakaran sampah maupun material kering di sekitar permukiman.
Petugas Damkar dan BPBD Kabupaten Madiun memastikan penanganan terus dilakukan hingga seluruh titik api padam dan tidak kembali menyala. (Tov)
Bagikan
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez
Rekomendasi Untuk Anda
Penertiban Kabel Optik Dimulai, Provider Diminta Benahi Jalur Padat di Magetan
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- account_circle Kusnanto
- visibility 281
Sinergia | Magetan – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan mulai menata kabel optik yang selama ini semrawut di sejumlah ruas kota. Penertiban melibatkan delapan provider dan difokuskan pada kawasan Alun-Alun serta beberapa titik utama lainnya. Kepala Diskominfo Magetan, Cahaya Wijaya, mengatakan langkah ini dipercepat agar kondisi kabel tidak semakin semrawut. “Penataan sudah dimulai. Delapan […]
Bagikan
Petani di Madiun Pangkas Biaya Produksi hingga 80 Persen dengan Pestisida Nabati
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- account_circle Tova Pradana
- visibility 131
Sinergia | Madiun – Petani di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, membuktikan pertanian ramah lingkungan tak selalu berarti biaya produksi lebih mahal. Melalui penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) dan pemanfaatan pestisida nabati, ongkos budidaya padi mereka disebut bisa ditekan hingga 80 persen dibanding penggunaan pestisida kimia. Salah satu petani, Sukardiono, mengatakan penghematan terutama berasal […]
Bagikan
Sinergia Mediatama - Bersinergi dan Menginspirasi
© 2026 PT. ION Positif Globalindo | All right reserved





