Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gunung Meletus Lintas Peristiwa Menhub Spesial

    Menhub Jelaskan Alasan Masih Tutup 8 Bandara Hingga Tengah Malam - Republika

    7 min read

     

    Kemenhub menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk take off dan landing.

    Rep: Rizky Suryarandika

    Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.

    Republika.co.id/Erik Purnama Putra Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih memutuskan menutup operasional delapan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga pukul 24.00 WIB. Penutupan ini bisa diperpanjang sesuai kondisi sebaran abu vulkanik. 

    Dudy menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah Kemenhub berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan dan memperoleh informasi terbaru mengenai arah pergerakan abu vulkanik dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Setiap empat jam kita akan melakukan update kondisi terakhir," kata Dudy dalam konferensi pers di Jakarta pada Ahad (6/9/2026).

    Dudy menyebut, berdasarkan informasi BMKG sekitar pukul 17.00 WIB, arah angin yang sebelumnya bergerak ke barat kini mengarah ke timur dengan kecepatan sekitar lima knot pada ketinggian flight level 15 ribu kaki. "Kita khawatir bahwa ini akan semakin melebar," ujarnya.

    Dudy juga menjelaskan, terdapat dua bandara tambahan yang terdampak abu vulkanik hingga operasional ditutup sementara yakni Bandara Taufik Kiemas Lampung dan Bandara Atung Bungsu Pagar Alam. Dengan demikian, total terdapat delapan bandara yang terdampak abu vulkanik.

    "Setelah kami melakukan koordinasi maka kami memutuskan bahwa ke-8 bandara tersebut akan kami tutup sampai dengan pukul 24.00 WIB," ucap Dudy.

    Penutupan sementara tersebut akan dievaluasi kembali pada tengah malam nanti. Dudy akan melihat perkembangan sebaran abu untuk memastikan apakah konsentrasinya mulai berkurang atau justru semakin meluas.

    Selain itu, Dudy juga memastikan, terus melakukan pemantauan secara berkala. Pengujian dilakukan setiap 30 menit di seluruh bandara, bukan hanya delapan bandara yang terdampak. "Khususnya yang mengarah ke timur untuk mengantisipasi apakah penyebaran debu itu semakin melebar atau berkurang," kata Dudy.

    Berita Terkait

    KDM Intruksikan PJJ untuk Sekolah di Jabar yang Terdampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

    Kabar Jabar Rejabar - 06 September 2026, 20:20

    Selain Soetta, Bandara Husein Sastranegara Bandung Juga Ditutup Sementara Imbas Letusan Krakatau

    Bandung Raya - 06 September 2026, 20:16

    Lontaran Material Pijar Jadi Bahaya Utama Erupsi Anak Krakatau

    News Rejabar - 06 September 2026, 20:05

    Status Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga Level III, Radius Aman 3 Kilometer

    Energi - 06 September 2026, 19:47

    Abu Anak Krakatau Menyebar, Jejak Abu Terlihat dari Lampung hingga Bogor

    Inpicture - 06 September 2026, 18:58

    Komentar
    Additional JS