Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Jawa Timur Spesial

    Pemprov Jatim Siapkan Alur Penyeberangan di Ketapang untuk Kelancaran Rantai Logistik - Suara Surabaya

    3 min read

     

    Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Perhubungan dan sejumlah instansi terkait telah sepakat untuk menyiapkan pembagian alur penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi demi menjaga kelancaran pengiriman logistik dari Bali menuju Jawa maupun sebaliknya.

    Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mengatakan, alur penyeberangan tersebut dirancang sebagai solusi imbas kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang pada Sabtu (26/9/2026).

    Untuk diketahui kemacetan di kawasan Ketapang tersebut dipicu adanya blokade oleh para sopir yang memprotes kebijakan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat yang membatasi muatan kapal demi keselamatan pelayaran.

    Dalam alur penyeberangan tersebut, Emil menjelaskan truk bermuatan besar yang merupakan urat nadi perekonomian Jatim bakal diprioritaskan menggunakan dermaga Landing Craft Machine (LCM) agar dapat menyeberang menuju Pulau Dewata.

    “Itu kan sudah ada kesepakatannya. LCM fokus untuk truk besar. Saya bilang truk besar itu urat nadi perekonomian kita. Maka kalau mereka punya aspirasi coba dijalankan. Ujung-ujungnya ini untuk kelancaran arus barang juga,” ujar Emil di Gedung DPRD Jatim, Senin (28/9/2026).

    Sementara itu kendaraan pribadi atau mobil berukuran kecil bakal diarahkan melalui fasilitas Movable Bridge (MB) 1 sampai 4 yang berlokasi di kawasan pelabuhan Ketapang.

    “Mobil kecil fokus di MB, movable bridge namanya 1, 2, 3, 4. Coba jalankan dulu deh. Ini ‘kan sebuah upaya supaya truk tronton lancar,” jelasnya.

    Di sisi lain, Emil juga mengungkap kemacetan yang terjadi sepanjang belasan kilometer panjangnya tersebut terjadi karena banyak pengendara ngeblong.

    Dia pun menunjukkan potret kondisi di Dermaga Bulusan serta Dermaga IV dan LCM Pelabuhan Ketapang pada Minggu (27/9/2026) malam yang terpantau cukup kondusif namun masih terjadi kepadatan lalu lintas.

    “Kok ngantrenya 13 kilo? Enggak penuh enggak? Ini posisi semalam ya. Harusnya kalau kayak begini harusnya enggak 13 kilo ngantrenya kan karena banyak yang ngeblong. Yang ngeblong ya? Ngambil jalur lawan arah. Jadi ruwet di sananya,” katanya.

    Oleh karena itu, Emil berharap kepada Kementerian Perhubungan dan pihak terkait supaya dapat menghubungkan Dermaga Bulusan dengan Dermaga LCM agar kemacetan serupa tidak terulang di kemudian hari.

    “Kita minta juga segera nih prioritasnya adalah antara Kemenhub juga ASDP ini dan Pemda Banyuwangi segera ini dermaga ini yang kita kelola tolong disambungkan ke dermaga utama LCM,” ujarnya.

    Emil menyatakan pemerintah sudah berupaya lewat berbagai solusi untuk mengurai permasalahan kemacetan panjang yang berdampak pada konektivitas antara Jawa‐Bali tersebut.

    Meski demikian, Emil menegaskan kebijakan KSOP dalam pembatasan truk yang diangkut kapal juga perlu diperhatikan demi meminimalisir peristiwa kecelakaan laut.

    “Ada saja hal baru yang kemudian menjadi concern yang kemudian tidak boleh kita abaikan yaitu keresahan para supir yang tidak diperkenankan jumlah kapalnya melebihi kebijakan yang baru diterapkan KSOP, tapi KSOP sendiri juga harus kita pahami, dia ingin mencegah adanya kecelakaan-kecelakaan kapal laut,” ungkapnya. (wld/saf/ipg)

    Komentar
    Additional JS