Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Nonblok Prabowo Subianto Spesial Vladimir Putin

    Prabowo Tegaskan Nonblok, Putin Soroti Posisi Strategis Indonesia SindoNews

    11 min read


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Kamis, 03 September 2026 - 17:55 WIB

    Prabowo Tegaskan Nonblok,...

    Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto/BPMI Setpres

    A A A

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia terbuka untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan semua negara, termasuk dengan berbagai kekuatan besar dunia. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

    Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam forum ekonomi yang mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai kawasan tersebut.

    Baca juga: Prabowo Singgung Makan Bergizi Gratis saat Pidato di Vladivostok Rusia

    Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa keterbukaan merupakan bagian dari kebijakan Indonesia yang telah dijalankan selama beberapa dekade. Indonesia, kata Presiden Prabowo, senantiasa mengedepankan hubungan yang baik dengan seluruh negara dan kekuatan besar.

    “Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” ujar Prabowo.

    Dalam bidang ekonomi, Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki sikap independen sekaligus terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh mitra. Menurutnya, Indonesia menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin menjalin kerja sama.

    Baca juga: Momen Prabowo dan Putin Bertemu di Vladivostok, Perkuat Hubungan Indonesia-Rusia

    “Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama. Dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui hal ini dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” imbuh Kepala Negara.

    Prabowo menegaskan, keterbukaan tersebut tidak berarti Indonesia akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk berhadapan dengan kelompok lainnya. Kepala Negara menyebut Indonesia akan memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh mitra yang datang dan ingin bekerja sama dengan Indonesia.

    “Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil. Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” tutur Prabowo.

    Sementara itu, Putin menyoroti posisi strategis Indonesia dalam percaturan global. Menurut Presiden Putin, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar.

    Presiden Putin menekankan bahwa selain negara-negara besar seperti China dan India, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki posisi penting dalam dinamika global.

    “Saya ingin menarik perhatian pada fakta berikut, bahwa Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” ungkap Putin.

    Pernyataan kedua pemimpin di Vladivostok tersebut menegaskan posisi Indonesia di tengah dunia yang semakin multipolar.

    Indonesia memilih untuk tidak terjebak dalam rivalitas antarkekuatan, tetapi berdiri di atas kepentingan nasionalnya sendiri, merdeka menentukan sikap, bersahabat dengan semua negara, dan membangun kerja sama yang adil serta saling menguntungkan.

    (shf)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    Profil Destry Damayanti,...

    Profil Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    Pengacara: Roy Suryo...

    Kasus Korupsi Kuota...

    Hari Kedua Pendekar...

    Gus Yahya Nongol di...

    Momen Prabowo Dapat...

    Pegawai Biro Travel...

    Komentar
    Additional JS