Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dewan Keamanan PBB Featured Spesial Sugiono

    Sugiono Ungkap RI Calonkan Diri sebagai Calon Anggota Tidak Tetap DK PBB - Kompas

    4 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mencalonkan diri sebagai calon anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tahun 2029-2030.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, pencalonan tersebut dilandasi pengalaman, pengorbanan, dan dedikasi Indonesia menjaga perdamaian dunia.

    "Kami akan memajukan diplomasi kami melalui bantuan kemanusiaan, pembangunan perdamaian, serta keterlibatan lintas kawasan dan lembaga. Dengan semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonan diri untuk kursi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030," kata Sugiono, dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-18 di New York, AS, dikutip dari tayangan YouTube Kemlu, Minggu (27/9/2026).

    Sugiono memaparkan, Indonesia telah berkontribusi dalam penyelesaian konflik melalui diplomasi dan mediasi, baik konflik di kawasan maupun di luar wilayah tersebut.

    Dasco Pastikan PDIP Bakal Diundang untuk Bahas UU Pemilu

    Baca juga: Sugiono di Sidang Umum PBB: Palestina Ujian Nurani Dunia, Indonesia Selalu Dukung

    Indonesia termasuk salah satu kontributor utama bagi misi pemeliharaan perdamaian PBB, dengan mengerahkan personel ke berbagai misi di seluruh dunia sejak tahun 1957.

    Kemudian, selama hampir dua dekade, pasukan perdamaian Indonesia telah bertugas di bawah bendera PBB di Lebanon.

    "Meskipun UNIFIL mungkin sedang memasuki babak akhirnya, komitmen Indonesia tidak berakhir seiring dengan selesainya misi tersebut," ujar dia.

    Ia menekankan, komitmen Indonesia sangat jelas, yakni mempererat persatuan dan memajukan perdamaian.

    Mempererat persatuan berarti membangun kembali kepercayaan terhadap sistem multilateral dan menjaga saluran dialog tetap terbuka.

    Baca juga: Sidang PBB, Menlu Sugiono Serukan Pemulihan Hidup Layak di Gaza

    Sementara itu, memajukan perdamaian berarti menuntut seluruh pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional serta memanfaatkan sarana yang tersedia secara efektif.

    Indonesia, kata Sugiono, akan berupaya menjaga dialog tetap terbuka, membangun kesepahaman bersama, dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama yang nyata.

    "Kami akan secara konsisten menjunjung tinggi Piagam PBB demi memelihara perdamaian dan keamanan internasional," ujar dia.

    Indonesia juga akan menerapkan prinsip yang sama untuk menjalin interaksi dengan semua pihak dan menjaga terbukanya ruang bagi kerja sama.

    Baca juga: Dari New York, Menlu Sugiono Tegaskan Gencatan Senjata dan Hentikan Pembunuhan di Gaza

    Hal ini sejalan dengan pedoman kebijakan luar negeri yang dipegang Indonesia.

    Lalu, sejalan dengan prinsip Presiden Prabowo Subianto yang sempat dikemukakan dalam pidato di Sidang PBB tahun lalu, bahwa seribu kawan masih terlalu sedikit, sedangkan satu musuh saja sudah terlalu banyak.

    "Pendekatan yang sama menjadi pedoman bagi interaksi Indonesia dengan seluruh mitra melalui ASEAN, G20, D8, BRICS, MICTA, dan PBB; Indonesia akan terus menjalin persahabatan demi mewujudkan kerja sama yang nyata," ujar dia.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Prabowo Contoh SBY Bikin Partai Setelah Pensiun TNI: Maju untuk Rakyat, Dapat Mandat

    Komentar
    Additional JS