Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home BERITA Donald Trump Dunia Internasional Featured Selat Hormuz SPESIAL

    Trump Klaim 20 Juta Barel Minyak Berhasil Lewati Selat Hormuz - Times Indonesia

    2 min read


    A-AA+

    NEW YORK – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pemerintahannya telah memfasilitasi pengiriman lebih dari 20 juta barel minyak melalui Selat Hormuz selama akhir pekan.

    Trump menyampaikan klaim tersebut dalam wawancara dengan Axios pada Minggu (27/9/2026). Menurutnya, volume itu menjadi jumlah minyak terbesar yang berhasil melewati jalur strategis tersebut dalam satu akhir pekan sejak konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali pecah.

    Lalu Lintas Hormuz Sempat Hampir Terhenti

    Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam konflik AS-Iran. Pada 12 Juli 2026, Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran tersebut hingga campur tangan Amerika Serikat di kawasan berakhir.

    Keputusan itu berdampak besar terhadap lalu lintas kapal. Pengiriman minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair melalui Selat Hormuz terganggu, sehingga turut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan kenaikan harga bahan bakar.

    Trump kemudian menyatakan Amerika Serikat akan bertindak sebagai "penjaga" Selat Hormuz dan memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan serta perairan Iran.

    Trump Klaim AS Kuasai Jalur Strategis

    Dalam perkembangan terbaru, Trump kembali menyatakan Amerika Serikat telah menguasai Selat Hormuz. Pada awal September, ia bahkan mengusulkan perubahan nama jalur tersebut menggunakan namanya.

    Gedung Putih sebelumnya juga mengunggah peta di media sosial yang menyebut Selat Hormuz sebagai "Selat Trump". Klaim tersebut menjadi bagian dari ketegangan yang terus berlangsung antara Washington dan Teheran.

    Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan isu pembukaan kembali Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama dalam hubungan AS-Iran. Iran sebelumnya menyatakan jalur tersebut dapat dibuka dengan sejumlah persyaratan, sedangkan Amerika Serikat terus menekan Teheran terkait akses pelayaran.

    Kondisi di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena jalur ini merupakan salah satu rute utama perdagangan energi global. Gangguan berkepanjangan berpotensi memengaruhi pasokan dan harga minyak internasional. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS